Malaysia Dakwa Editor Surat Kabar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Malaysia

    Malaysia

    TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Seorang editor surat kabar Malay Mail, Irwan Abdul Rahman, didakwa bersalah oleh penuntut di Malaysia gara-gara mengkritik perusahaan listrik negara di blognya. 

    Menurut jaksa penuntut, Irwan yang bertugas di bagian gaya hidup, telah menyebarkan berita bohong, tidak senonoh dan bersifat menyerang untuk suatu tujuan jahat. Atas tuduhan ini, jika terbukti bersalah, Irwan bisa divonis hukuman penjara hingga setahun dan denda berupa uang.

    Seperti dilaporkan kemarin, tuntutan ini dikritik aktivis media Malaysia. Mereka menuduh pemerintah tidak adil karena beberapa tahun belakangan ini memenjarakan orang gara-gara tulisan di internet. Mereka juga menuduh pemerintah telah melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan kebijakan bahwa pemerintah tidak melakukan sensor internet secara sewenang-wenang.

    Irwan diseret ke meja hijau setelah memasang tulisannya di sebuah blog Maret lalu. Dalam blog tersebut Irwan mengklaim kepala perusahaan listrik Malaysia akan menuntut kelompok aktivis lingkungan hidup, World Wildlife Fund, gara-gara menyarankan orang memadamkan lampunya untuk memprakrasai hari sejam tanpa listrik atau Earth Hour.

    Tapi menurut Irwan, tulisannya itu hanya gurau belaka dan telah dihapus sejak perusahaan listrik Malaysia, Tenaga Nasional, mengajukan gugatan ke polisi. Tapi hal ini ternyata tak menyurutkan langkah pemerintah untuk menyeretnya ke pengadilan.

    AP | SUNARIAH




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.