Fidel Castro Sesalkan Diskriminasi Terhadap Kaum Gay di Kuba

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fidel Castro. AP/Alex Castro, Cubadebate

    Fidel Castro. AP/Alex Castro, Cubadebate

    TEMPO Interaktif, Menyesal kemudian tak berguna. Fidel Castro mengakui telah melakukan diskriminasi terhadap kaum homo alias gay selama dia berkuasa pada 1960 hingga 1970. Ia menyesal tak memberikan perhatian yang cukup kepada kaum "korban ketidakadilan."

    Bekas pemimpin revolusioner Kuba ini mengatakan, jika seseorang bertanggung jawab terhadap dirinya maka dia akan memperhatikan lainnya.

    Berbicara kepada koran Meksiko La Jornada, pria 84 tahun ini, melanjutkan "Saya menemukan diri saya sendiri pada Krisis Oktober, di masa perang, dan menghadapi isu-isu politik."

    Castro tak menyalahkan penguasa Partai Komunis atas diskriminasi terhadap kaum homo, sebaliknya dia menyesal karena tidak memberikan perhatian cukup sehingga kaum homo mengalami berbagai kesulitan sejak era sabotase, serangan bersenjata, dan rencana pembunuhan terhadap mereka.

    "Menghindari CIA, yang membeli banyak pengkhianat, adalah tidak mudah, namun jika ada seseorang mengambil tanggung jawab, itulah saya. Saya tak akan meminta orang lain bertanggung jawab," kata Castro.

    Seperti warga Kuba lainnya, termasuk sejumlah pastur, yang mempertahankan "ideologi menyimpang," para kaum homoseksual pada 1960 dikirim ke kamp kerja paksa untuk dididik kembali dan menjalani rehabilitasi.

    Diskriminasi terhadap mereka berlanjut pada 1970-an bersama para pria gay, artis dan penulis gay. Bahkan dalam beberapa kasus, mereka dipinggirkan dan diasingkan.

    "Ya, ada peristiwa ketidakadilan," ujar Castro."Saya mencoba mengambil alih tanggung jawab atas semua ini," tambahnya.

    TELEGRAPH | CHOIRUL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.