Uni Eropa Desak Cina Soal Barang Tiruan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Thierry Roge

    REUTERS/Thierry Roge

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  Uni Eropa mendesak Cina untuk berusaha melawan ekspor pasar gelap yang terus tumbuh subur. Sebabnya, penerimaan pajak Uni Eropa terus tergerus. Contohnya saja, rokok palsu, tiap tahunnya penerimaan pajak yang hilang mencapai 10 miliar euro atau sekitar Rp 115 triliun. 

    Komisaris Uni Eropa untuk Perpajakan dan Bea Cukai, Algirdas Semeta tengah berkunjung ke Shanghai untuk mendiskusikan bersama kerjasama bea cukai dengan para pejabat Cina. Dia menggambarkan Cina sebagai "sumber utama rokok tiruan di Uni Eropa". Sebagian besar barang palsu atau bajakan yang disita di Uni Eropa tahun lalu adalah barang-barang dari Cina. 

    Selain rokok, barang-barang tiruan yang membanjiri pasar Uni Eropa adalah label palsu, pakaian dan aksesoris, sepatu, mainan, Compact Disc dan cakram DVD kosong. Menurut Semeta, sebanyak 10 miliar euro pendapatan pajak yang hilang dari rokok merupakan "dampak yang besar bagi kepentingan bisnis yang sah." 

    Cina adalah mitra dagang terbesar kedua Uni Eropa setelah Amerika Serikat dan perdagangan Uni Eropa-Cina mencapai beberapa 300 miliar euro tahun lalu. Blok 27-negara juga merupakan pasar terbesar untuk ekspor Cina, sekitar 20% dari yang dikirim ke Eropa. 

    Defisit perdagangan Uni Eropa dengan Cina tahun lalu mencapai 133 miliar euro, namun Cina adalah pasar ekspor yang paling cepat berkembang di Uni Eropa. "Sebagai pemain dunia kita juga memiliki tanggung jawab dunia. Hal ini berlaku untuk Cina seperti pada Uni Eropa," kata Semeta. 

    Ia menyerukan "hasil praktis" dari sebuah rencana aksi untuk melindungi kekayaan intelektual, yang ditandatangani oleh Cina tahun lalu. Uni Eropa juga ingin mengembangkan sebuah proyek percontohan yang disebut Smart and Secure Trade Lane (SSTL), yang menguji keamanan kontainer di pelabuhan dan meningkatkan kerjasama Uni Eropa-Cina dalam hal kerjasama bea cukai. 

    BBC I MARIA C I PGR



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.