Presiden Filipina Akan Tuntut Pelaku Pelecehan terhadap Pekerjanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Manila: Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo menjamin akan melakukan upaya hukum untuk menyeret pelaku pelecehan seksual terhadap pekerja ilegal Filipina yang diusir dari Malaysia. Ia juga meminta masyarakatnya bersatu untuk membantu nasib mereka. Ini sangat penting bagi kita untuk bersatu menyelesaikan masalah ini, tegas Arroyo seperti dikutip dari AFP, Sabtu (7/9). Arroyo menyatakan, pihaknya tidak akan menyalahkan pemerintah Malaysia atas kasus itu, termasuk adanya kasus perkosaan terhadap pekerjanya yang berusia 13 tahun itu. Dia malah memuji langkah yang diambil Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad untuk sementara menghentikan sementara pengusiran terhadap pekerjanya. Arroyo menambahkan, pemerintahannya juga akan terus mengurusi dan membantu mempersiapkan dokumen resmi agar para pekerjanya dapat bekerja kembali di Malaysia. Mengenai kerja sama ketenagakerjaan dengan Malaysia juga kita akan jajaki, katanya. Sebab, para pekerja ini telah memberikan konstribusi yang besar kepada pemerintah Filipina. Selanjutnya, kata Arroyo, Filipina akan memokuskan perhatian pada bagaimana melindungi para pekerja yang kembali. Dan juga bagi yang masih berada di Sabah, kita upayakan perlindungan hukum terhadap mereka, ujarnya yang juga telah meminta kepada seluruh masyarakat Filipina untuk memberikan bantuan dana kepada mereka. Hingga saat ini, pihak Departemen Luar Negeri Filipina masih terus mengumpulkan bukti-bukti dari korban pelecehan di Malaysia. Beberapa usahanya, antara lain, pihak Konsuler Filipina telah mengajukan izin untuk dapat mengunjungi pusat penampungan untuk memberikan bantuan hukum. Departemen Luar Negeri Filipina juga meminta kepada Malaysia agar fasilitas di penampungan ditingkatkan. Dilaporkan, saat ini Mahathir telah memerintahkan kepada aparatnya untuk melakukan penyelidikan atas kasus pelecehan seksual ini. Menurut delegasi Pemerintah Filipina yang mengunjungi pusat penampungan, pemerintah Malaysia telah meningkatkan dukungan dan kinerja aparatnya untuk mengungkap kasus ini. (Erdian Dharmaputra)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.