Bankir Jerman Hina Muslim dan Yahudi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Thilo Sarrazin. AP/Franka Bruns

    Thilo Sarrazin. AP/Franka Bruns

    TEMPO Interaktif, Frankfurt - Seorang petinggi bank sentral Jerman memancing kemarahan warga akibat komentarnya yang menyinggung Suku Ras Agama dan Golongan. Thilo Sarrazin, anggota dewan Bundesbank di Frankfurt, mengatakan pendatang asal Timur Tengah yang beragama Islam memiliki IQ rendah.

    "Imigran Muslim tidak berintegrasi sebaik pendatang lain di Eropa," ujarnya. Dia menyampaikan hal itu dalam rangkaian promosi bukunya, "Deutschland Schafft Sich Ab", yang artinya "Jerman Bisa Melakukannya Sendiri" Menurut Sarrazin, alasan disintegrasi itu bukan dari etnis. "Tapi sudah berakar dalam budaya Islam," ujarnya.

    Ini bukan kali pertama dia menghina imigran Timur Tengah di Jerman. Tahun lalu, gelombang protes memaksanya minta maaf akibat menyatakan Islam mengabaikan pendidikan anak dan memproduksi anak-anak perempuan berpenutup kepala.

    Kali ini, dia juga menyerang Yahudi. Sang bankir menyebutkan semua orang Yahudi, juga separatis Spanyol, Basque, memiliki gen tersendiri. "Berbeda dengan gen yang ada di ras-ras lain," katanya.

    Komentar itu menyulut amarah berbagai kalangan. Tokoh warga Jerman keturunan Turki Kenan Kolat meminta Bundesbank memecat Sarrazin. "Siapa pun yang mendefinisikan Yahudi berdasarkan genetik adalah rasis," kata Stephan Kramer, sekretaris Badan Yahudi Jerman, Senin (30/8).

    Kanselir Jerman Angela Merkel urun suara dan menyatakan komentar itu "bodoh dan tidak berguna." Namun dia mengakui Jerman membutuhkan perbaikan dalam standar pendidikan masyarakat pendatang. "Kuncinya menguasai Bahasa Jerman," kata Merkel.

    Sarrazin menolak tudingan rasis. "Saya cuma menyorot perbedaan budaya, bukan etnis," katanya. Menurutnya, Jerman perlu mencontoh kesuksesan integrasi masyarakat Pakistan dan India di Inggris.

    DAILY MAIL | REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.