Iran Sebut Carla Bruni "Pelacur"

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Carla Bruni. AP/Gene J. Puskar

    Carla Bruni. AP/Gene J. Puskar

    TEMPO Interaktif, First Lady Prancis, Carla Bruni disebut seorang "Pelacur" oleh Iran. Istri Presiden Prancis Nicolas Sarkozy itu diserang oleh Iran setelah menentang hukuman rajam hingga tewas bagi perempuan Iran, Sakineh Mohammadi Ashtiani. Selain menyatakan menentang, Bruni juga ikut menandatangani petisi pembebasan Ashtiani.

    Kayhan, koran Iran, yang berada di bawah kendali pemerintah, dalam editorialnya menyebut Nyonya Bruni-Sarkozy dan Isabelle Adjani, aktris Perancis yang berkampanye untuk pembebasan Ashtinani sebagai "pelacur", sementara televisi pemerintah Iran menuduh mantan supermodel dengan istilah "amoral".

    Dalam sebuah surat terbuka kepada Ashtiani minggu lalu, Nyonya Bruni-Sarkozy menulis: "Mengapa Anda menumpahkan darah dan memisahkan anak-anak dari ibu mereka? Karena Anda memiliki hidup, karena Anda telah mengasihi, karena kau seorang wanita, dan karena Anda seorang Iran? Semuanya dalam diriku menolak untuk menerima ini.

    Menurut Human Rights Watch, Ashtiani, 43 tahun, divonis pertama kali pada 2006. Ia dituduh melakukan hubungan gelap dengan dua lelaki setelah kematian suaminya. Ia dijatuhi hukuman cambuk 99 kali oleh Pengadilan Tabriz, Provinsi Barat Laut Iran.

    Pengadilan kemudian meningkatkan hukumannya menjadi rajam. Rajam Ashtiani telah disetujui oleh Mahkamah Agung Iran. Namun Ashtiani masih berhak mengajukan permohonan banding dan pengampunan kepada pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

    TELEGRAPH I PGR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.