Banjir Surut, Kelaparan dan Penyakit Mengancam Pakistan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengumpulkan peralatan rumah tangga yang tersisa akibat banjir besar di Nowshera, Pakistan.  AP /Mohammad Sajjad

    Warga mengumpulkan peralatan rumah tangga yang tersisa akibat banjir besar di Nowshera, Pakistan. AP /Mohammad Sajjad

    TEMPO Interaktif, Islamabad - Satu bulan setelah musim hujan lebat, air banjir terburuk di Pakistan mulai surut. Meski sudah menyusut, ancaman baru hadir, kelaparan dan penyakit bagi ribuan korban banjir.

    Banjir di Pakistan tahun ini adalah bencana yang paling mengerikan. Sebanyak 1.643 orang tewas dan membuat enam juta warga Pakistan kehilangan tempat tinggal. Kerusakan infrastruktur dan sektor pertanian menelan jutaan dollar Amerika Serikat.

    Perserikatan Bangsa Bangsa mengatakan saat ini para pekerja bantuan khawatir akan ancama penyakit dan kelaparan melanda korban banjir yang selamat, terutama anak-anak. Pejabat PBB memperkirakan 72 ribu anak terkena gizi buruk akibat banjir, gizi buruk ini berisiko tiggi hingga bisa menyebabkan kematian.

    Banjir ini telah merusak setidaknya 7,9 juta hektare lahan pertanian. Total kerugian ditaksir 245 miliar rupee atau US$2,8 juta.

    Meski sebagai besar wilayah sudah surut, pemerintah masih berjuan untuk menyelamatkan kota Thatta sekitar 70 km timur Karachi. Posisi yang terletak di delta membuat air sulit surut.

    "Thatta akan terus terendam jika air ini tidak mengalir ke laut, situasinya sangat kritis," kata Riaz Ahmed Soomro, komisioner lembaga bantuan Sindh. "Kami berusaha menyelamatkan Thatta dengan memperkuat tanggul," ujar Riaz.

    Saat ini 95 persen dari 300 ribu warga di kota tersebut telah mengungsi. "Hanya anggota keluarga yang laki-laki yang tinggal untuk menjaga harta mereka," kata Riaz.

    REUTERS I PGR




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.