Restoran Kanibal di Berlin Dikecam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Thomas Kienzle, File

    AP Photo/Thomas Kienzle, File

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebuah iklan situs restoran baru di Jerman telah mengundang kemarahan publik. Iklan tersebut mengajak siapa pun yang ingin menyumbangkan bagian tubuhnya untuk menjadi menu restoran bernama 'Flime' itu dan menjadi santapan para pengunjungnya.

    Kampanye online Restoran 'Flime' di Berlin ini juga menyebutkan mencari ahli bedah yang "berpikiran terbuka". Reaksi pun bermunculan. Politisi mengutuk dan mengecam restoran yang menurut mereka telah melakukan strategi komunikasi yang sama sekali tidak lucu dan tidak bermutu.

    Sejauh ini lokasi restoran kanibal ini belum diungkapkan. Yang jelas, mereka yang tertarik dan ingin menjadi anggota bersedia untuk berpartisipasi dalam budaya "kanibal-Wari." Mereka juga diminta untuk mengisi sejumla formulir. Isinya, pertanyaan tentang kebugaran medis, Body Mass Index, seberapa sering melakukan olahraga.
    Restoran 'Flime' ini mengaku terinspirasi oleh kanibalisme "compassionate cannibalism" dari suku Waricaca Brasil. "Kami melihat acara pesta ini merupakan tindakan rohani, yang memiliki semangat dan kekuatan mengkonsumsi makhluk hidup untuk diberikan kepada para tamu," tulis situs tersebut.

    Michael Braun, wakil ketua Berlin Kristen Demokrat mengatakan kepada koran Bild bahwa ia telah menerima email yang berisi keluhan tentang restoran kanibal ini. "Menurut saya ini adalah lelucon menyesatkan dan menjijikkan. Apalagi baru-baru ini ada penduduk Berlin yang dibunuh oleh seorang kanibal," kata Braun seperti dikutip dari situs berita Telegraph.

    Kasus kanibalisme yang dimaksud oleh Braun adalah Armin Meiwes seorang kanibal yang dihukum seumur hidup pada 2006 setelah membunuh dan memakan Jurgen Bernd Brandes, seorang teknisi komputer yang secara sukarela dimakan oleh Meiwes pada 2001. Meiwes memotong bagian tubuh Brandes dan memakannya setelah memasaknya dengan bawang putih, garam dan merica.

    TELEGRAPH I PGR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.