Jutaan Hektar Lahan Pertanian di Pakistan Hancur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga korban banjir berjalan mencapai daerah aman untuk mengungsi di Multan, Pakistan, Kamis (12/8). Warga korban banjir kekurangan persediaan  makanan dan air, awal bulan puasa Ramadan ditandai oleh kesengsaraan akibat banjir yang melanda Pakistan. AP Photo/KMChaudary

    Sejumlah warga korban banjir berjalan mencapai daerah aman untuk mengungsi di Multan, Pakistan, Kamis (12/8). Warga korban banjir kekurangan persediaan makanan dan air, awal bulan puasa Ramadan ditandai oleh kesengsaraan akibat banjir yang melanda Pakistan. AP Photo/KMChaudary

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Banjir di Pakistan bukan hanya membuat jutaan warganya kehilangan tempat tinggal. Tapi juga telah menghancurkan lahan pertanian siap panen lebih dari 1,72 juta hektar.

    Menurut Menteri Pangan Pakistan Muhammad Nazar luas lahan pertanian yang hancur akibat banjir mencapai 23 juta hektar. "Banjir telah menghancurkan padi, kapas, tebu, jagung dan lain-lain sebesar 1,72 juta hektar," kata Nazar.

    Menurut penghitungan Kementerian Pangan Pakistan gagal panen padi menjadi yang terparah. Sebanyak 614 ribu hektar sawah rusak oleh banjir. Lahan tersebut sama dengan 1,5 juta ton beras.

    Pakistan memiliki panen sebesar 6,7 juta ton beras giling pada 2009-2010 dan diekspor sekitar 4,5 juta ton.

    PBB mengatakan banjir yang menerjang Pakistan adalah banjir terburuk selama 80 tahun terakhir. Banjir ini telah menyebabkan tewasnya 1.600 warga, serta 14 juta penduduk dari 180 juta penduduk Paksitan telah kehilangan tempat tinggal. Namun, pemerintah Pakistan mengatakan ada 20 juta warganya yang terkena banjir.

    REUTERS I PGR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.