Australia Hadapi Risiko Parlemen Menggantung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julia Gillard. REUTERS/Mick Tsikas

    Julia Gillard. REUTERS/Mick Tsikas

    TEMPO Interaktif, Sydney - Australia bisa menghadapi suatu kebuntuan parlemen dengan jajak pendapat menjelang pemilu menunjukkan Partai Buruh yang berkuasa kehilangan kepemimpinan tipisnya dan kini nyaris selevel dengan oposisi konservatif. Sebuah skenario terburuk buat para investor.

    Sebuah pemerintah yang minoritas, dan ketidakpastian yang terkandung didalamnya dapat mewakili hasil terburuk bagi Australia, berisiko kebijakan yang macet, kelumpuhan investasi dan dollar Australia yang anjlok.

    Tanpa pemenang yang jelas, pemerintah berikutnya harus mengandalkan segelintir anggota parlemen Independen atau Hijau untuk membentuk pemerintahan, membuat kebijakan seperti pajak baru pertambangan oleh Buruh limbung.

    Bahkan suatu kemenangan super tipis oleh Partai Buruh Perdana Menteri Julia Gillard bakal mengurangi mandat untuk memperkenalkan pajak sumber daya sebesar 30 persen, dan membuatnya lemah ketika dia mencoba meraih suara Senat yang bermusuhan soal persetujuan pajak.

    "Jajak pendapat Partai Buruh sebagai mimpi buruk telah terwujud," tulis Dennis Shanahan, editor politik harian Australian yang terbit hari ini. "Begitu para pemilih bersiap pergi ke bilik-bilik suara, pemerintah tergantung dari jari telunjuk kolektif mereka."

    Sebuah jajak pendapat Reuters Poll Trend yang terbit pada Rabu lalu menunjukkan Partai Buruh diperkirakan hanya menang sangat tipis. Gillard menjungkalkan mantan pemimpin Partai Buruh Perdana Menteri Kevin Rudd pada 24 Juni lalu terkait keputusasaan partai itu menghadapi kemungkinan kekalahan pemilu, tapi dia kini harus berjuang keras memenangi hati rakyat Australia.

    Reuters | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.