Pakistan Peringatkan Teroris Diduga Eksploitasi Krisis Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Kevin Frayer

    AP/Kevin Frayer

    TEMPO Interaktif, Islamabad - Sudah beberapa pekan bencana banjir bandang melanda Pakistan. Terdapat ketakutan para ekstrimis mungkin mencoba mengeksplotasi keputusasaan rakyat Pakistan yang menderita.

    Adalah Presiden Pakistan Asif Ali Zardari memperingatkan bahwa para militan mungkin mencoba memanfaatkan chaos bencana banjir nasional untuk meningkatkan rekruitmen dan serangan-serangan.

    Hal itu diungkapkan Zardari saat mengunjungi area terdampak gempa dengan Senator Amerika Serikat John Kerry, kemarin petang. Senator Kerry menyatakan dunia harus bertindak untuk menghentikan para militan mengeksplotasi ketidakstabiilan akibat banjir bandang yang menyengsarakan jutaan warga Pakistan tersebut.

    Zardari mengibarkan SOS kepada komunitas internasional seiring Sekretaris Jendral PBB, Ban Ki-moon menggambarkan suatu sesi khusus mendesak peningkatan bantuan untuk Pakistan sebagai sebuah tes solidaritas global.

    Para pejabat PBB menyalahkan bencana melelahkan atas lambannya respon ke krisis banjir negeri itu yang telah menimbulkan dampak terhadap hampir 20 juta warga.

    Usai mengunjungi wilayah-wilayah bencana Ban mengingatkan negara-negara anggota PBB bahwa bencana kali ini lebih menyakitkan rakyat Pakistan ketimbang gempa besar Pakistan pada 2005, tsunami Aceh dan gempa Haiti sekaligus.

    Dia juga lebih suka menyebut bencana banjir akibat hujan deras berhari-hari itu sebagai tsunami yang bergerak pelan, namun mematikan. "Jangan salah, ini adalah suatu bencana global, tantangan global. Ini adalah salah satu tes terbesar solidaritas global saat ini," tegas Ban lagi.

    ABC News | AP |


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.