Polisi Afrika Selatan Berangus Demonstrasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Eugene Hoshiko

    AP Photo/Eugene Hoshiko

    TEMPO Interaktif, Johannesburg -Polisi Afrika Selatan menembakkan peluru karet untuk membubarkan massa yang memblokir jalan dan para pekerja kesehatan yang menghalangi para pasien memasuki rumah sakit seiring pemogokan lebih dari satu juta pegawai negeri sipil marak pada hari ini.

    Pemogokan menuntut upah lebih tinggi itu dimulai sehari sebelumnya yang telah memperlambat pengobatan bagi yang sakit dan menutup sekolah-sekolah di seantero negeri, menambah tekanan pada pemerintah untuk mencapai suatu kesepakatan.

    Para pengamat menilai hal itu tak diharapkan memiliki dampak langsung di negeri dengan ekonomi terbesar di Afrika, tapi suatu awal yang berjalan jauh bisa melambatkan ekonomi di dalam negeri dan perdagangan luar negeri. Menteri Keuangan Afrika Selatan mengatakan dia tidak melihat suatu pemogokan berkepanjangan berdampak besar terhadap ekonomi.

    Kerumunan di Soweto telah memblokir sebuah jalan utama dekat sebuah rumah sakit yang beroperasi di area padat penduduk, membuat lalu lintas berantakan dan menghalangi pasien masuk rumah sakit.

    “Ketika mereka menolak bubar, kekuatan minimu harus digunakan. Maka peluru-peluru karet kami tembakkan,” ujar juru bicara polisi Kapten Nondumiso Mpantsha. Meriam air pun juga dikerahkan dan tak ada pendemo yang terluka serius.

    Serikat-serikat buruh menggelar pemogokan satu hari sebagai peringatan pekan lalu dan menyebut aksi yang dimulai kemarin adalah awal dari pemogokan terbatas yang bertujuan menekan pemerintah telah menimbulkan gangguan birokrasi.

    Reuters | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.