Upaya Cina Mengerem Rokok Gagal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang merokok, Jakarta, Rabu, 15 Pebruari 2006. [TEMPO/ Fransiskus S.; Digital Image; 20060215]

    Ilustrasi orang merokok, Jakarta, Rabu, 15 Pebruari 2006. [TEMPO/ Fransiskus S.; Digital Image; 20060215]

    TEMPO Interaktif, Beijing -Dalam sebuah laporan teranyar Pusat Pengendalian Penyakit Cina (CDC), upaya-upaya untuk membendung pemakaian tembako di negara dengan populasi terbanyak sejagat itu tak memiliki dampak yang nyata dan diperkirakan 301 juta warga Cina masih merokok.

    Sebuah survei lebih dari 13 ribu orang pada awal tahun ini menemukan tidak ada perkembangan yang signifikan dalam tingkat merokok negara itu sejak tahun 2002. Demikian disebutkan CDC dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis, kemarin dengan Organisasi Kesehatan Dunia dan CDC Amerika Serikat.

    Survei juga menemukan bahwa 72,4 persen warga non perokok melaporkan menjadi sasaran terpapar asap rokok. Meskipun Cina berkomitmen untuk membuat tempat-tempat publik tertutup, tempat kerja dan transpor publik bebas rokok awal tahun depan, 63 persen mereka yang disurvei mengatakan mereka mendapati orang merokok di tempat umum atau di tempat kerja dalam 30 hari sebelum mereka diwawancarai.
    Belum ada perbaikan substantif dalam tingkat merokok atau terpapar asap,” ujar Yang Gonghuan, Wakil Direktur CDC Cina.

    Pernyataan itu menyebutkan tingkat merokok untuk mereka yang berusia 15 dan keatas sedikit menurun ke 28,1 persen atau artinya 301 juta orang sejak tahun 2002 tapi tidak tersedia angka sebelumnya. Disebutkan kebijakan anti tembakau Cina harus diperkuat dan menyalahkan murahnya sigaret, peringatan tidak efektif di bungkus rokok. Juga minimnya edukasi soal risiko-risiko kesehatan dari tembakau bagi pecandu rokok tingkat tinggi.

    AP | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.