Soal Masjid, Demokrat Terbelah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barack Obama. AP/J. Scott Applewhite

    Barack Obama. AP/J. Scott Applewhite

    TEMPO Interaktif, Polemik rencana pembangunan masjid dan pusat komunitas Islam di dekat Ground Zero, New York, Amerika Serikat berkepanjangan. Setelah ditentang oleh Partai Republik dan beberapa keluarga korban tragedi 9/11, kini giliran dari dalam partai Demokrat, partai Presiden Barack Obama.

    Senator Partai Demokrat dari Nevada, Harry Reid menentang rencana pembangunan masjid ini. Melalui juru bicaranya, Jim Manley menyatakan, “Amandamen pertama melindungi kebebasan beragama, senator Reid menghargai hal itu, namun, masjid itu sebaiknya dibangun di tempat lain.”

    Sebuah pengembang di New York mengumumkan rencana pendirian gedung 13 lantai sebagai pusat komunitas Islam yang dilengkapi masjid. Letaknya tak jauh dari Ground Zero, monumen bekas menara kembar WTC yang hancur setelah ditabrak pesawat yang dikendalikan teroris pada 11 September 2001.

    Presiden Barack Obama mendukung pendirian masjid di dekat Ground Zero, New York. Obama memahami ini sebuah masalah yang sensitif, sebuah masjid hendak berdiri di sekitar monumen peristiwa 9/11.

    Namun, Obama menegaskan umat muslim memiliki hak yang sama dalam menjalankan agamanya. "Komitmen kita dalam menjaga kebebasan beragama tidak boleh tergoyahkan," ujar Obama saat berbuka puasa dengan umat muslim di Gedung Putih.

    Adapun perwakilan partai Demokrat di New York, Jerrold Naddler mendukung  rencana pembangunan masjid ini. “Sebagai anggota kongres dari New York,  saya mendukung pernyataan Obama, amandemen pertama menyebutkan adanya pemisahan agama dan negara. Pemerintah tidak berhak mencampuri dan memutuskan boleh tidaknya pembangunan masjid dekat Ground Zero.”

    WASHINGTON POST I PGR 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.