1,2 Juta Pembaca Online Tinggalkan The Times Setelah Dibuat Berbayar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • The New York Times

    The New York Times

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Beberapa minggu yang lalu, Rupert Murdoch terdengar sangat senang dengan ide konten online berbayar yang dia lakukan untuk situs web The Times di bulan Mei.

    "Dengan paywall kami di seluruh Times, kami telah memiliki jumlah pelanggan yang meningkat dengan harga yang baik," katanya. "Kami tidak akan merilis angka-angka pada tahap ini, tapi kami pikir kami pada strategi yang tepat dan kami pikir itu berjalan dengan baik."

    Namun, statistik traffic yang dirilis hari ini, menyajikan gambaran agak berbeda.

    MediaWeek melaporkan bahwa The Times telah kehilangan 1,2 juta pembaca online di Inggris sejak model pembayaran meteran online diberlakukan.

    Menurut ComScore, jumlah pengunjung unik gabungan ke dua situs baru itu telah jatuh ke 1.610.000 pada bulan Juli, dari 2.220.000 di bulan Juni, dan 2.790.000 di bulan Mei.

    Jumlah rata-rata menit yang dihabiskan setiap pengguna di situs itu 7,6 pada bulan Mei, 5,8 pada bulan Juni dan 4 di bulan Juli.

    Page views telah turun dari 29 juta pada Mei menjadi 20 juta dalam Juni dan 9 juta pada bulan Juli.

    Yang tampaknya konsisten dengan laporan sebelumnya bahwa The Times hanya memiliki 15.000 pelanggan online di bulan pertama paywall tersebut.

    Murdoch sangat bersemangat dengan ide berbayar untuk konten online dan digital, dan dia memiliki banyak rencana untuk melakukannya. Namun mungkin dia harus mulai sadar terkait traffic The Times yang jatuh itu sebelum membuat langkah berikutnya.


    BUSINESSINSIDER | EZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.