Irak Tak Siap Ditinggal Amerika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Amerika Serikat di Mosul, Irak (7/3). AP/Maya Alleruzzo

    Tentara Amerika Serikat di Mosul, Irak (7/3). AP/Maya Alleruzzo

    TEMPO Interaktif, Bagdad -Militer Irak mengaku tak siap mengambil alih tanggungjawab keamanan jika militer Amerika Serikat meninggalkan Irak. Pernyataan ini disampaikan kepala militer Irak, Letnan Jenderal Babakir Zebari, saat menggelar jumpa pers bersama sejawatnya dari Amerika Serikat, Letnan Jenderal Michael Barbero,  di Bagdad.

    Sebelumnya, Gedung Putih mengumumkan akan menarik tentara Amerika dari medan tempur Irak akhir bulan ini dan menargetkan akan mengosongkan Irak, kecuali tentara yang berjaga di kantor kedutaan, pada 2011.

    Namun Zebari keberatan. Dia meminta tentara Amerika tetap tinggal di negaranya dengan alasan tentara Irak belum mampu mengatasi masalah keamanan tanpa dukungan pasukan Amerika. Bahkan untuk dekade berikutnya.

    "Jika saya bicara tentang penarikan, saya akan mengatakan kepada politikus, 'Tentara Amerika harus tetap di sini sampai tentara Irak benar-benar siap pada 2020'," katanya. Pernyataan ini bukan pertama kali disampaikan Zebari.

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama sebelumnya berjanji menyerahkan tanggung jawab militer kepada pemerintah Irak akhir Agustus ini, sebagai bagian dari rencana pengurangan tentara hingga level 50 ribu. Saat ini jumlah tentara Amerika di Irak sebanyak 64 ribu. Jumlah itu diharapkan berkurang menjadi 50 ribu pada akhir bulan ini.

    Pengurangan tentara sejauh ini, ujar Zebari, berlangsung lancar karena mereka masih di sini. Namun dia memprediksi masalah akan timbul tahun depan jika semua sisa tentara Amerika meninggalkan Irak. "Masalah akan datang setelah 2011, politikus harus menemukan cara lain untuk mengatasinya," ucapnya.

    Malam lalu, Gedung Putih mengumumkan bahwa Obama puas karena Amerika dapat mengakhiri peran tempurnya di Irak bulan ini dan menetapkan tenggat untuk menarik semua tentaranya dari Irak pada akhir 2011.

    Obama menjelaskan, penarikan dilakukan oleh tim keamanan nasional dan komandan tertinggi Amerika di Irak, Ray Odierno. Menurut juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs, Presiden Obama telah mendengar langsung dari Jenderal Odierno yang mengatakan menargetkan penarikan semua tentara akhir Agustus. Gedung Putih, Gibbs melanjutkan, sudah menarik 80 ribu tentara dari Irak sejak Presiden Obama memerintah.

    Kekerasan melanda Irak sejak memuncaknya perang antarsekte pada 2006-2007. Pada Juli saja jumlah kematian warga sipil akibat kekerasan meningkat tajam, baik akibat bom harian, penembakan, maupun serangan lainnya. Adapun dalam pekan ini jumlah warga tewas sebanyak 60 orang, 43 di antaranya tewas akibat ledakan bom di Kota Basra.


    GUARDIAN | AL-JAZEERA | TELEGRAPH | SUNARIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?