Rwanda Lakukan Pemilihan Presiden, Kagame Favorit Menang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster Paul Kagame menghiasi dinding-dinding di Kigali, Rwanda. AP/Marc Hofer

    Poster Paul Kagame menghiasi dinding-dinding di Kigali, Rwanda. AP/Marc Hofer

    TEMPO Interaktif, Kigali - Warga di Rwanda berobondong-bondong menuju tempat pemungutan suara, Senin, untuk mengikuti pemilihan presiden kedua di negara tersebut sejak kasus genocide 1994.

    Pemungutan suara dimulai pukul 12 siang hingga 12 malam waktu setempat. Meskipun hasilnya tak diharapkan hingga Rabu, namun Presiden Paul Kagame diharapkan keluar sebagai pemenang.

    Masyarakat sejak pagi, meskipun TPS belum dibuka, sudah antre berjajar. Lebih dari lima juta warga terdaftar sebagai pemilih. Berdasarkan daftar pemilih, jumlah pemilih mendekati angkat tersebut.

    Dari pengeras suara, terderngar lantunan lagu-lagu sementara sejumlah pria melalui mikrofon meminta masyarakat menggunakan hak pilihnya. Secara virtual, seluruh pemilih yang diwawancarai oleh seorang wartawan, mengatakan mereka akan memilih Kagame.

    Di bawah kepemimpinan Kagame, terpilih sebagai Presiden Rwanda pada 2000, pendapatan negara naik dua kali lipat dari dekade sebelumnya. Namun baru-baru ini, organisasi transparansi internasional menyebutkan Rwanda merupakan negara terkorup di kawasan tersebut.

    Rwanda juga membanggakan diri bahwa negerinya memiliki anggota parlemen perempuan ertinggi di dunia, memberikan kesempatan bersekolah, dan berhasil menurunkan tingkat kematian anak.

    Kendati memiliki rekam jejak mengesankan, ada isu bahwa selama menjabat sebagai presiden Kagami memiliki beberapa noda hitam. Di antaranya pelangaran hak asasi manusia dan penembakan sejumlah lawan politiknya.

    Awal tahun ini, ada sejumlah serangan granat di negara tersebut. Letnan jederal angkatan darat Faustin Kayumba Nyamwasa, berusaha menggulingkan Kagame dan berada di Afrika Selatan, ditembak di bagian perutnya saat berada di rumahnya. dia selamat dari upaya pembunuhan. Namun seorang jurnalis Jean Leonard Rugambage tewas ditembak di luar rumahnya.


    CNN | CHOIRUL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.