Gadis Afgan yang Hidungnya Dipotong Akan Operasi Plastik di Amerika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Aisha yang diterbitkan oleh majalah Time. AP/Time Inc

    Foto Aisha yang diterbitkan oleh majalah Time. AP/Time Inc

    TEMPO Interaktif, London - Gadis Afganistan yang hidungnya dipotong dikabarkan tengah mempersiapkan diri untuk operasi rekonstruksi wajah di Amerika Serikat. Menurut BBC, operasi tersebut akan memberi hidung baru bagi gadis itu.

    Aisha, 19 tahun, dikabarkan akan bertemu dengan Peter Grossman dari Grossman Burn Foundation pekan depan untuk mendiskusikan pemasangan hidung baru. Yayasan milik Grossman tersebut bergiat dalam kampanye menentang kekerasan terhadap wanita. Grossman Burn Foundation juga menyediakan operasi plastik gratis.

    “Saya tidak tahu apakah ini akan membantu wanita lain atau tidak,” ujar Aisha kepada The Daily Mail. Ia mengaku ‘senang dan bahagia’ bisa ke Amerika Serikat. “Saya hanya ingin hidung saya kembali.”

    Aisha, yang nama lengkapnya dirahasiakan untuk keselamatannya, mengatakan kepada Time bahwa hidung dan telinganya dipotong oleh suaminya setelah ia kabur. Ia menikah di usia 18 tahun sebagai ‘utang darah’ karena pamannya membunuh salah satu keluarga suaminya. Namun, kini Aisha tinggal di sebuah penampungan wanita di Kabul, Afganistan.

    Foto mukanya dengan hidung terpotong muncul di Time edisi 9 Agustus dengan judul berita, “Apa Jadinya Jika Kami Meninggalkan Afganistan”. Foto tersebut langsung memicu perdebatan.

    “Kekerasan seperti ini terjadi ketika pasukan internasional berada di Afganistan,” tulis Krista Riley, seorang contributor situs Muslimah, Muslimah Media Watch. “Jadi, logika dari kesimpulan bahwa bakal terjadi hal yang lebih buruk jika ‘kami’ meninggalkan tidak jelas.”

    Managing Editor Time Richard Stengel membela diri mengenai penggunaan foto tersebut. Menurut Stengel, Aisha berpose dalam foto tersebut tanpa tekanan dan ‘dia tahu dia akan menjadi simbol dari ongkos yang terjadi dari ideologi represif Taliban terhadap wanita Afgan’.

    HUFFINGTONPOST| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.