Aljazair Pertimbangkan Larang Layanan BlackBerry

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Rajanish Kakade

    AP/Rajanish Kakade

    TEMPO Interaktif, Aljiers - Pemerintah Aljazair mempertimbangkan penggunaan BlackBerry dan akan melarang penggunaan telepon tersebut jika mengancam keamanan nasional. Hal tersebut diungkapkan Menteri Telekomunikasi Aljazair Moussa Benhamadi seperti dikutip sebuah Koran di Aljazair, Jumat (6/8).

    Aljazair masuk ke daftar negara yang mempertimbangkan untuk melarang penggunaan BlackBerry setelah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

    “Kami tengah mempertimbangkan masalah ini. Jika kami menyimpulkan ini membahayakan ekonomi dan keamanan kami, kami akan menyetopnya,” ujar Benhamadi seperti dikutip El Khabar.

    Pengguna BlackBerry di negara berpenduduk 35 juta orang tersebut tidak terlalu banyak. Seorang sumber dari Kementerian Telekomunikasi Aljazair mengatakan kepada Reuters, “Menyetop layanan BlackBerry sangat mungkin terjadi di Aljazair.”

    Pemerintah Aljazair sangat waspada terhadap masalah keamanan mereka karena mereka tengah memerangi militan Islam yang terkait dengan Al-Qaidah. Aljazair juga menerapkan peraturan yang ketat mengenai peralatan telekomunikasi mereka.

    Pemerintah Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Libanon, dan India mengaku khawatir karena mereka tidak memiliki akses mengenai data pengguna BlackBerry.

    Research In Motion (RIM) adalah satu-satunya produsen telepon genggam yang mengelola lalu lintas pesan dengan peralatan mereka sendiri.

    Dua operator di Aljazair yang menawarkan layanan BlackBerry adalah perusahaan milik pemerintah Mabilis and Djezzy serta Orascom Telecom yang tengah bersengketa mengenai kepemilikan.


    REUTERS| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.