Perang Kelamin Pemilu Australia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julia Gillard. AP/Rick Rycroft

    Julia Gillard. AP/Rick Rycroft

    TEMPO Interaktif, SYDNEY -Kampanye pemilihan umum Australia jadi ajang perang gender. Sejumlah media massa di sana mulai ramai mempertanyakan satus pernikahan perdana menteri perempuan pertama. Isu lainnya yang ramai digunjingkan adalah soal anak dan model rambut. Kolom-kolom surat kabar di sana misalnya mengolok-olok cita rasa fashion Julia Gillard. Tak ketinggalan kartunis mengejek hidung dan telinga pemimpin Partai Buruh itu. Giliran wartawan meledek apakah politisi berumur 48 tahun itu bakal menikahi pasangan kumpul kebonya.

    "Julia Gillard jadi bulan-bulanan oposisi dan media," kata Ketua Umum Partai Hijau Senator Bob Brown di Caberra, Rabu (4/8). "Terus terang saya merasa terganggu." Maklumlah, rival berat Julia, Ketua Umum Partai Liberal Tony Abbot adalah seorang Katolik taat, family man, dan ayah dari tiga orang anak. Tak usah heran apabila politisi berumur 52 tahun itu kerap dijuluki 'Mad Monk' atau Biarawan Sinting. Adapun Gillard pernah berterus terang bahwa ia seorang atheis dan hidup bersama dengan kekasihnya tanpa terikat pernikahan.

    "Dua-duanya memainkan peran gendernya masing-masing," kata dosen pemasaran Australian National University Profesor Andrew Hughes. "Gillard menggendong bayi saat kampanye sedangkan Abbot kerap mengapit keluarganya." Menurut Profesor Hughes banyak kaum hawa yang melihat sosok Gillard sebagai politisi Australia masa depan. Tapi,"Pada akhirnya orang akan bertanya-tanya apakah Gillard tahu seperti apa rasanya bangun jam 3 pagi untuk mengurusi bayi?" ujar Hughes.

    | ANN | THEAUSTRALIAN | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.