Libanon Tahan Tiga Mata-mata Israel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Beirut - Petugas keamanan Libanon menahan tiga orang yang diduga sebagai mata-mata Israel. Mereka adalah pejabat militer, seorang anggota Partai Kristen, dan karyawan perusahaan telekomunikasi.

    Penahanan ini sebagai hasil dari operasi keamanan beberapa pekan lalu. Demikian keterangan sumber, Rabu di Libanon menyebutkan. Anggota partai yang ditahan merupakan pensiunan kolonel angkatan darat.

    "Mereka (intelijen Libanon) tak yakin memberikan informasi kepada Israel. Itulah, mengapa mereka sekarang dimintai keterangan," ujarnya kepada Reuters.

    Libanon menyiapkan tuntutan kepada dua karyawan perusahaan telekomunikasi negara, firma Alfa, selaku mata-mata Israel. Keduanya bakal dituntut hukuman mati. Karyawan yang ditahan tersebut bekerja untuk negara sebagai operator fixed line.

    Penahahan terhadap karyawan Alfa sangat mengejutkan negara dan mengundang perdebatan, bagaimana Israel secara mendalam menginfiltrasi perusahaan telekomunikasi Libanon dan sektor-sektor keamanan.

    Dua warga Libanon lainnya dituntut hukuman mati karena menjadi mata-mata Israel. Presiden Michael Suleiman menyetujui hukuman mati bagi mata-mata dan mengatakan jika dia menerima keputusan hakim yang menjatuhkan hukuman mati maka dia akan segera menandatangani.

    Libanon memulai gelombang penahanan terhadap lusinan orang pada Arpil 2009 sebagai bagian investigasi terhadap kegiatan mata-mata Israel. Seorang berpangkat brigadir jenderal selaku direktur keamanan umum di antaranya yang ditahan, termasuk 20 orang lainnya. Israel menolak berkomentar atas penahanan tersebut.

    Pejabat keamanan senior Libanon mengatakan penahanan itu sebagai upaya membongkar jaringan mata-mata Israel di Libanon dan banyak di antara mereka diduga memainkan peranan kunci dalam mengindentifikasi target-target serangan bom pada perang 2006.

    REUTERS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.