Iran Bantah Konvoi Presiden Ahmadinejad Digranat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahmoud Ahmadinejad. AP/Richard Drew

    Mahmoud Ahmadinejad. AP/Richard Drew

    TEMPO Interaktif, Otoritas Iran membantah laporan yang menyebutkan iring-irangan kendaraan Presiden Mahmoud Ahmadinejad digranat.

    Khabar Online, sebuah situs website di Iran, dalam laporannnya, Rabu, mewartakan sebuah granat bikinan rumah meledak di dekat konvoi presiden di Iran barat, namun tak melukai presiden.

    Website
    ini mengatakan, ledakan terjadi saat Ahmadinejad melintasi kerumunan orang untuk berpidato. Sementara usai ledakan petugas keamanan menahan salah seorang diduga pelaku.

    Wartawan Al Jazerra Aliereza Ronaghi melaporkan dari Iran, "Sumber di kantor kepresiden mengatakan seseorang meledakkan mercon di dekat konvoi presiden. Mereka menolak menyebutkan lebih lanjut dan mengatakan kondisi Ahmadinejad baik-baik saja."

    "Ketika saya menghubungi kantor presiden di Teheran (ibu kota Iran), pejabat di sana menolak memberikan penjelasan soal insiden tersebut," katanya.

    "Saya juga memperoleh informasi dari beberapa jurnalis yang berada dalam konvoi Ahmadinejad dan mereka mengatakan tidak mendengarkan sesuatu apapun."

    "Saya pikir itu tidak signifikan atau sangat kecil sehingga tak ada yang menyadari apa-apa."

    Sementara itu dalam laporannya CNN mengutip kabar kantor berita tak resmi Fars menyebutkan ledakan, Rabu, tak melukai Ahmadinejad saat terjadi ledakan.

    Seorang pria yang diduga melemparkan granat kini ditahan oleh pihak berwajib. Khabar Online melaporkan Ahmadinejad menuduh "Zionis" berada di balik rencana pembunuhan terhadap dirinya. Iran selama ini menggunakan kata "Zionis" mengacu kepada Israel.



    AL JAZEERA | CNN | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.