Mesir: Militan Gaza Diduga di Balik Serangan Roket ke Israel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kairo - Militan Gaza diduga di balik serangan roket ke Israel dan Yordania, Senin. Demikian keterangan sumber keamanan di Mesir seperti dikutip kantor berita, Rabu.

    "Informasi awal menyebutkan, pihak keamanan memperoleh petunjuk bahwa faksi Palestina di Jalur Gaza di balik serangan," kata sumber kemanan Mesir yang tak bersedia disebutkan namanya kepada kantor berita MENA.

    Menurut kepolisian Yordania dan Israel, sejumlah roket ditembakkan dari gurun Sinai Mesir, tempat kelompok militan beroperasi, menghantam Israel dan pelabuhan di Laut Merah Yordania. Akibat serangan tersebut beberapa warga sipil tewas dan melukai tiga lainnya.

    "Mesir tidak mau wilayahnya digunakan untuk kegiatan yang merugikan kepentingan Mesir," papar sumber keamanan seraya menyebutkan pihaknya segera menginvestigasi.

    Semula, Mesir menolak tuduhan kalau roket-roket itu ditembakkan dari Sinai. Tak ada kelompok mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. MENA, Senin, mengutip keterangan sumber keamanan mengatakan roket-roket itu tak mungkin ditembakkan dari Sinai sebab kawasan itu tak berpenghuni, terdiri dari gurun dan pegunungan pasir.

    Pada 2005, kapal perang Amerika Serikat di pelabuhan Aqaba dihujani serangan roket namun tak mengenai sasaran dan menewaskan seorang tentara Yordania. Satu kelompok terkait al-Qaidah mengaku bertanggung jawab di balik serangan.

    Dua tahun belakangan, seorang Palestina beraksi dengan bom bunuh diri menerobos Sinai dan menewaskan tiga orang di Eilat, serta seorang wisatawan di selatan Israel.

    Yordania dan Mesir memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Hubungan itu sempat genting pada dekade lalu saat serdadu Israel menguasai wilayah Palestina, Tepi Barat dan Jalur Gaza.


    REUTERS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.