Perempuan Tertua di Tokyo Hilang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Parade berpakaian Kimono shogun Jepang (istri pemimpin militer) dan pengikutnya pada jaman Edo, di daerah perbelanjaan Tokyo Asakusa, Senin (3/11). AP Photo/Koji Sasahara

    Parade berpakaian Kimono shogun Jepang (istri pemimpin militer) dan pengikutnya pada jaman Edo, di daerah perbelanjaan Tokyo Asakusa, Senin (3/11). AP Photo/Koji Sasahara

    TEMPO Interaktif, Tokyo -  Fusa Furuya, 113 tahun, perempuan tertua di Tokyo, Jepang dinyatakan hilang. Menurut pejabat daerah Tokyo Suginami, Hiroshi Sugimoto, petugas yang sedang melakukan sensus menemukan Furuya tidak tinggal di rumah yang tercatat pada dokumen pemerintah.

    Penemuan ini menggemparkan karena sebelumnya laki-laki tertua yang berumur 111 tahun ternyata sudah meninggal  puluhan tahun lalu. Pemerintah Jepang tengah mendata ulang penduduknya yang berusia di atas 100 tahun. Mereka para tetua ini akan diberikan penghargaan oleh pemerintah bulan depan.

    Jepang salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk di atas 100 tahun paling banyak. Dalam laporan Kementrian Kesehatan Jepang tahun lalu ada 40.399 orang yang berusia di atas 100 tahun. Sebanyak 4800 di antarnya tinggal di Tokyo. Tiap tahun di bulan September, pemerintah memberikan hadiah bagi mereka.

    Ketika proses pendataan tahun ini berjalan, pemerintah menemukan beberapa tetua ini tidak diketahui keberadaannya, padahal beberapa dari mereka tetap menerima uang pensiun.

    Seperti Furuya, ketika petuga mendatangi rumahnya, anak Furuya yang berumur 79 tahun mengaku tidak mengetahui ibunya. Dia mengatakan ibunya tinggal bersama adiknya yang lebih muda. Tapi, ketika petugas kembali mengecek, alamat yang dikasih hanya tanah kosong.

    Selain di Tokyo, di Nagoya peristiwa serupa terjadi di Nagoya, seorang berusia 106 tahun hilang.

    Menteri kesehatan Jepang, Akira Nagatsuma meminta pendataan warga di atas 100 tahun ini dibenahi. Namun, beberapa pejabat daerah mengatakan kesulitan karena keluarga biasanya menolak menerima petugas yang datang untuk mendata.

    TELEGRAPH I PGR  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.