Gillard Asli Siap Beraksi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julia Gillard. REUTERS/Australian Women's Weekly/Grant Matthews

    Julia Gillard. REUTERS/Australian Women's Weekly/Grant Matthews

    TEMPO Interaktif, CANBERRA -Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengatakan siap beraksi dalam menghadapi pemilihan umum yang akan digelar pada 21 Agustus 2010. "Saya rasa inilah saat yang tepat buat kemunculan Julia yang tulen dan paten," katanya, Selasa (3/8), sebagaimana dilansir harian Australia, Herald Sun.

    Perempuan pertama yang jadi perdana menteri di Australia itu juga mengaku telah merubah strategi dalam berkampanye. Sebab, kata dia, pola kampanye modern yang digulirkan Partai Buruh cukup mencemaskan karena polanya terlalu teratur dengan kalimat-kalimat yang telah dibuat skenarionya.

    Wajar jika Julia cemas. Hasil jajak pendapat terakhir memperlihatkan popularitas Gillard menurun. Jajak pendapat terbaru yang dilansir koran "The Australian" menunjukkan popularitas Partai Buruh dan oposisi kini seimbang: 50 persen untuk masing-masing partai. Padahal, sebelumnya popularitas Partai Buruh, yang kini berkuasa, mencapai 55 persen.

    Pada awal masa kampanye tiga pekan lalu, popularitas Partai Liberal, yang merupakan partai oposisi terbesar di Negeri Kanguru itu, berada di angka 45 persen. Alhasil, surutnya popularitas Partai Buruh membuat Gillard berang. Ia pun menyalahkan strategi kampanye partainya. "Sosok Julia Gillard ditampilkan sepotong-sepotong," katanya.

    Kata Gillard, pola kampanye yang terlalu diatur itu bikin seolah-olah apa yang dikatakan dan dilakukannya itu sudah dirancang lebih dulu. "Seperti sebuah skenario," ujarnya. Malah Gillard menyatakan siap beradu mulut dengan pemimpin oposisi Tony Abbott dalam sebuah acara debat terbuka yang ditayangkan di televisi.

    | THEAUSTRALIAN | SMH | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.