Brasil Tawarkan Suaka untuk Perempuan Iran yang Divonis Mati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva memberikan sambutan dalam acara penobatan Brazil sebagai tuan rumah piala dunia 2014 di Johannesburg. AFP/GIANLUIGI GUERCI

    Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva memberikan sambutan dalam acara penobatan Brazil sebagai tuan rumah piala dunia 2014 di Johannesburg. AFP/GIANLUIGI GUERCI

    TEMPO Interaktif, Sao Paulo: Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menawarkan suaka kepada Sakineh Mohammadi Ashtiani, perempuan Iran yang menanti ajal di tiang rajam. Langkah Brasil dinilai mengejutkan, karena negara Amerika Latin itu merupakan sekutu utama Iran, di samping Turki.

    "Kami akan menyambutnya di sini," kata Da Silva seperti dikutip New York Times, Senin (2/8). Dia mengaku sebagai sahabat Presiden Iran Mahmoud Ahmadenijad, tapi masalah nyawa adalah kuasa Tuhan. "Tidak ada alasan negara mencabut nyawa seseorang," katanya.

    "Saya yakin Iran tidak bisa mengacuhkan Brasil," kata Sajad, putra Ashtiani kepada harian Inggris, Guardian. Dia berharap Turki juga melakukan tekanan yang sama. "Dua negara itu dapat menyelamatkan nyawa ibuku," ujarnya.

    Ashtani, 43 tahun, diputuskan bersalah karena hubungan luar nikah dengan dua lelaki pada 2006, dan mendapat 99 kali hukum cambuk. Pengadilan kemudian meningkatkan hukumannya karena berhubungan badan dengan orang lain dalam status menikah, dan diganjar rajam, lemparan batu, sampai meninggal.

    NY TIMES | GUARDIAN | REZA M
      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.