Gelombang Panas Terjang Tokyo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemuda dan pemudi mengenakan pakaian adat Jepang di tengah acara Japan Festival 2009 di Halaman Kampus III Universitas Sebels Maret, Solo, Minggu (7/6). TEMPO/Andry Prasetyo

    Sejumlah pemuda dan pemudi mengenakan pakaian adat Jepang di tengah acara Japan Festival 2009 di Halaman Kampus III Universitas Sebels Maret, Solo, Minggu (7/6). TEMPO/Andry Prasetyo

    TEMPO Interaktif, TOKYO -Gelombang panas yang menerjang Tokyo sejak Juli lalu menyebabkan sebanyak 1.464 orang  dilarikan ke rumah sakit. Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo, Senin (2/8), mengatakan jumlah korban sengatan terik matahari itu meningkat 359 orang dibandingkan tahun lalu. Badan Meteorologi Jepang menyebutkan suhu melampaui 35 derajat Celsius.

    "Beberapa hari setelah musim hujan berakhir suhu udara mendadak berubah panas," ujar seorang pejabat Badan Meteorologi Jepang seperti diutip kantor berita Kyodo. "Padahal tubuh belum benar-benar menyeusaikan diri dengan perubahan cuaca." Tak heran bilamana sejak 21 Juli ada sekitar 745 orang yang dilaporkan dilarikan ke rumah sakit.

    Gara-gara perubahan cuaca yang ekstrem itu seorang warga berumur 91 tahun, Narima Ward, pun tewas di rumahnya. Adapun sebanyak 127 lainnya dalam keadaan kritis. Gelombang panas juga melanda sejumlah negara di Eropa. Banyak yang menyebut gejala ekstrem ini merupakan dampak dari pemanasan global.

    KYODO | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.