Protes Pembangunan Pura, Demonstran Malaysia Didenda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Pengadilan Distrik Selangor Malaysia mendenda 12 warga Muslim, satu di antaranya dipenjara sepekan, karena memprotes pembangunan pura. Pengadilan menilai pengunjuk rasa memicu ketegangan antaretnik di Malaysia yaitu mayoritas Melayu Muslim dan minoritas Cina serta India yang memeluk Budha, Kristen, dan Hindu.

    Dalam demonstrasi Agustus lalu, pengunjuk rasa membawa kepala sapi, hewan suci Hindu, yang berdarah-darah. Kepala sapi diarak dari sebuah masjid ke Kantor Kementerian Selangor untuk memprotes keputusan pemerintah membangun pura di tengah permukiman Muslim. Sebagian pengunjuk rasa juga meludahi dan menginjak-injak kepala sapi itu.

    "Mereka terbukti bersalah dan dikenai denda 1.000 ringgit (sekitar Rp 2,8 juta)," ujar pengacara Afifudin Hafifi, Rabu (28/7). Dua terpidana dikenai denda lebih karena terbukti membeli dan menginjak-injak kepala sapi. Dendanya ditambah 3.000 ringgit atau Rp 8,4 juta dan satu di antaranya diganjar kurungan satu pekan.

    Demonstrasi ini jadi satu dari sekian perusak kerukunan beragama di Malaysia, yang dua pertiga populasinya berasal dari Melayu Muslim, sekitar 28 juta. Awal tahun ini, terjadi serangkaian perusakan rumah ibadah menyusul keputusan pemerintah yang membolehkan umat Kristen menggunakan nama "Allah".

    STRAITS TIMES | REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.