Iran Kutuk Sanksi Uni Eropa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Iranian Presidents Office

    AP/Iranian Presidents Office

    TEMPO Interaktif, Teheran – Pemerintah Iran mengutuk dan sangat menyesalkan sanksi baru yang dikeluarkan Uni Eropa terhadap negaranya. Menurut juru bicara kementrian luar negeri Iran Ramin Mehmanparast, Selasa (27/7), sanksi itu bertujuan menekan Iran agar memulai kembali pembicaraan mengenai program nuklir Iran yang kontroversial.

    “Sanksi ini tidak akan membantu dalam memulai kembali pembicaraan dan tidak akan mempengaruhi pendirian Iran untuk mempertahankan haknya mengembangkan program nuklir untuk kepentingan damai,” kata  Mehmanparast seperti dikutip kantor berita Iran, IRNA. Mehmanparast menambahkan, sikap Uni Eropa tidak akan membantu meningkatkan pembicaraan.

    Uni Eropa menjatuhkan sanksinya terhadap industri gas dan minyak Iran untuk mendesak negara Mullah itu memulai kembali pembicaraan antara Teheran dan enam negara berkuasa lainnya: Inggris, Cina Prancis, Jerman, Rusia dan Amerika Serikat, yang mandek akhir-akhir ini.  

    Menurut diplomat Uni Eropa, yang termasuk dalam sanksi adalah larangan menjual peralatan, teknologi dan jasa sektor energi Iran dan menghantam aktivitas penyaringan, pencairan, eksplorasi dan produksi gas alam. Uni Eropa juga melarang investasi baru dalam sektor energi.

    Terkait program nuklir Iran, sebelumnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dimotori Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi putaran keempat.

    STRAITS TIMES | SUNARIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.