Hamid Karzai Terkejut dengan Kebocoran Dokumen di Wikileaks

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Afganistan, Hamid Karzai. AP/Massoud Hossaini

    Presiden Afganistan, Hamid Karzai. AP/Massoud Hossaini

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Juru bicara Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengatakan dirinya "terkejut" akan skala kebocoran dokumen rahasia Amerika Serikat, tetapi mengatakan "sebagian besar bukanlah hal baru".

    "Jelas mendukung pandangan Afghanistan selama ini bahwa keberhasilan mengatasi teroris bukanlah dengan cara berperang di desa-desa Afghansitan. Tetapi menargetkan tempat persembunyian, sumber keuangan, dan idiologi di sepanjang perbatasan," sebut pernyataan kantor Karzai.

    Dokumen yang diterbitkan Wikileaks ini merupakan salah satu bocoran terbesar dalam sejarah Amerika. Pendiri Wikileaks, Julian Assange mengatakan tidak ada alasan untuk meragukan kebenaran dokumen tersebut.

    "Saat kami menerbitkan sesuatu, yang kami katakan adalah: dokumen yang kami terbitkan adalah benar," kata Assange dalam sebuah konferensi pers di London. "Kami selalu menerbitkan dokumen CIA. Dokumen-dokumen asli. Tetapi bukan berarti CIA menyampaikan kebenaran."

    Dokumen tersebut juga menunjukkan kekhawatiran NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) bahwa badan intelijen Pakistan ISI membantu Taliban di Afghanistan. Tuduhan ini sudah dibantah Islamabad.

    Sementara juru bicara departemen pertahanan Pentagon, Kolonel Dave Lapan mengatakan penyebaran dokumen tersebut sebagai suatu "kejahatan".

    Dia mengatakan para pejabat sedang mengkaji untuk memutuskan "apakah mereka akan mengungkap para sumber dan metode yang dipakai", dan apakah hal tersebut akan membahayakan Amerika dan personil koalisi.

    Dokumen yang dikeluarkan situs internet Wikileaks tersebut juga berisi rincian pembunuhan terhadap warga sipil Afghanistan yang belum pernah dilaporkan sampai sekarang.

    Pentagon mengatakan diperlukan waktu berminggu-minggu untuk mengetahui masalah yang terjadi akibat kebocoran 90 ribu dokumen militer yang dianggap dapat mengancam keamanan nasional itu.


    BBC | ANGIOLA HARRY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.