Venezuela Ancam Hentikan Pengiriman Minyak ke Amerika Serikat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hugo Chavez. AP

    Hugo Chavez. AP

    TEMPO Interaktif, Presiden Venezuela Hugo Chavez mengancam menghentikan pengiriman minyak ke Amerika Serikat jika sekutu Amerika Serikat, Kolombia, melancarkan serangan militer ke negerinya.

    "Jika ada agresi militer melawan Venezuela dari Kolombia atau manapun yang disponsori kekaisan Yankee, kami akan menghentikan pengiriman minyak ke Amerika Serikat, kendati kami di sini harus makan batu," ujar Chavez, Ahad waktu setempat.

    Chavez menambahkan, dia telah membatalkan perjalanan ke Kuba usai memperoleh informasi intelijen yang menyebutkan, "akan ada serbuan militer melawan Venezuela dari teritorial Kolombia."

    Chaves beraliran kiri dan penentang Amerika Serikat, telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Kolombia pekan lalu disebabkan oleh pernyataan Presiden Kolombia Alvaro Uribe, selaku sekutu dekat Amerika Serikat, bahwa negaranya menjadi pelabuhan bagi pemberontak Kolombia.

    Dalam pernyataannya, Uribe mengatakan para komandan tertinggi gerilyawan pasukan bersenjata revolusioer Kolombia atau Farc, berada di Venezuela dan melancarkan serangan terhadap pasukan bersenjata Kolombia.

    Pemerintah Kolombia membeberkan beberapa bukti foto, video, dan peta apa yang mereka sebut sebagai kamp gerilyawan Kolombia yang berada di Venezuela untuk disampaikan kepada Organisasi Negara-negara Amerika (OAS).

    Chavez menolak tuduhan tersebut seraya mengatakan bahwa apa yang ditampilkan itu palsu, sekaligus dimaksudkan oleh Uribe sebagai dasar berperang melawan Venezuela. Pemerintah Kolombia menolak dituduh sebagai akar pencari konflik dan mengatakan bukti-bukti yang ada diserahkan kepada OAS.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.