Prancis Segera Adakan Pembicaraan Penarikan Pasukan dari Afganistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Rodrigo Abd

    AP/Rodrigo Abd

    TEMPO Interaktif, Paris - Menteri Pertahanan Prancis Herve Morin, Kamis, mengatakan adalah kontraproduktif membicarakan penarikan 3.500 pasukan Prancis yang tergabung dengan NATO di Afganistan.

    Dalam wawancara yang dimuat koran La Croix edisi Jumat, dia juga mengatakan Paris telah membuka "jalan negosiasi serius" untuk pembebasan dua jurnalis Prancis yang disandera di Afganistan selama kurang lebih tujuh bulan.

    Prancis hanya kehilangan 45 serdadunya sejak negeri itu ambil bagian dalam invasi 2001 pimpinan Amerika Serikat untuk mengusir gerakan Islam Taliban dan bertempur melawan sekutu al-Qaidah.

    Namun dua negara besar, Amerika Serikat dan Inggris menjadwalkan penarikan sebagian atau keseluruhan pasukannya. Menanggapi rencana tersebut, Morin mengatkan, "Membicarakan penarikan saat ini kontraproduktif."

    "Sepanjang keamanan dan stabilitas tidak efektif di kawasan, kita harus melanjutkan misi kita. Namun langkah intermediasi harus ditetapkan sehingga tidak menimbulkan kesan terhadap opini publik bahwa kita melakukan usaha sia-sia."

    Morin menegaskan, Prancis akan menghukum Jenderal Vincent Desportes karena dalam sebuah wawancara dengan koran dia mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak bekerja dengan baik di Afganistan serta situasi tidak seburuk yang dilaporkan.

    Ketika ditanya soal nasib tiga warga Prancis yang disandera di Afganistan oleh wartawan televisi France 3 Herve Ghesquiere dan Stepahne Taponnier, Menteri menjelaskan bahwa pemerintah mendapatkan bukti mereka masih hidup.

    "Ada jalan negosiasi yang bagus. Kami punya harapan yang lebih baik dibandingkan beberapa pekan lalu," ujarnya.


    REUTERS | CHOIRUL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.