Senator Bertemu Cameron Soal Pembebasan Dalang Pembom Lockerbie  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rerutuhan pesawat Pan Am yang jatuh karena bom di Lockerbie (23/12/1988). Skotlandia akan melepas Abdel Basset al-Megrahi, intelejen Libia yang terkait peristiwa tersebut (20/9). Foto:  REUTERS/Greg Bos/Files

    Rerutuhan pesawat Pan Am yang jatuh karena bom di Lockerbie (23/12/1988). Skotlandia akan melepas Abdel Basset al-Megrahi, intelejen Libia yang terkait peristiwa tersebut (20/9). Foto: REUTERS/Greg Bos/Files

    TEMPO Interaktif, Washington -Empat senator yang kemarin berbicara dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron bilang pemimpin Inggris tetap dapat meminta sebuah investigasi independen atas pembebasan seorang pria Libya oleh Skotlandia tahun lalu yang menjadi dalang pengeboman pesawat di atas Lockerbie yang menewaskan 270 orang.

    Para senator dari New York dan New Jersey mengatakan bahwa Cameron menghabiskan 45 menit berbicara kepada mereka pada pertemuan yang telah ditambahkan ke jadwal malam sebelumnya.

    "Permintaan kami untuk penyelidikan independen masih di atas meja," kata Senator Charles Schumer dari New York, Selasa waktu Washington (dinihari tadi WIB). "Tidak ada kasus ditutup".

    Cameron berada di Amerika Serikat selama kunjungan pertamanya sebagai pemimpin Britania Raya. Dia sebelumnya kemarin bertemu dengan Presiden Barack Obama.

    Sebagian besar korban pemboman 1988 Pan Am penerbangan 103 adalah orang Amerika. Penerbangan ini dari Frankfurt, Jerman Barat, ke New York melalui London, Inggris, di mana pesawat itu meledak di udara langit Lockerbie, Skotlandia.

    Abdel Basset Ali Mohmed al-Megrahi dinyatakan bersalah dalam kasus itu dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Pemerintah Skotlandia membebaskan al-Megrahi untuk alasan kasihan pada Agustus tahun lalu setelah dokter mengatakan ia menderita kanker prostat dan diperkirakan hidupnya hanya tinggal tiga bulan.

    Belakangan Al Megrahi masih hidup, dan laporan-laporan dalam beberapa hari ini sering mempertanyakan apakah sakitnya seburuk seperti yang digambarkan. Pertanyaan juga muncul mengenai apakah perjanjian telah dikurangi untuk melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan Inggris di Libya, bahkan mungkin melibatkan raksasa minyak BP.

    Di bawah Undang-Undang Skotlandia 1988, Skotlandia memiliki pemerintah sendiri yang bertanggung jawab untuk sebagian besar masalah sehari-hari, termasuk sistem peradilan.

    Pada konferensi pers bersama kemarin siang, baik Obama maupun Cameron mengutuk keputusan oleh otoritas Skotlandia untuk melepaskan Al Megrahi.

    CNN | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.