Perdana Menteri Jepang Mundur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Perdana Menteri Jepang, Yoshiro Mori, 63 tahun, akhirnya mundur dari jabatannya, Rabu (18/4). Dengan pengunduran itu, Mori mengakui seluruh kejanggalan dan skandal yang telah mengikis habis kepercayaan rakyat terhadap dirinya pada tahun pertama kepemimpinannya. “Saya telah memutuskan mundur karena saya merasa, kita perlu mengulang kembali [pemerintahan] dari awal dengan orang-orang baru, untuk mendapatkan kembali kepercayaan rakyat,” kata Mori dalam suatu konferensi pers yang disiarkan secara nasional.

    “Terus terang saya mengakui bahwa ada kritikan-kritikan terhadap kinerja yang telah saya lakukan dan juga adanya sejumlah skandal. Sayangnya, saya tidak dapat meyakinkan rakyat,” kata Mori.

    Konferensi pers itu adalah pernyataan Mori yang pertama kalinya kepada publik. Sebelumnya ia telah memberitahukan soal kemunduran dirinya kepada kabinet pada 6 April lalu, tepat satu hari setelah tahun pertama menjadi perdana menteri. Pada 10 Maret lalu, Mori juga telah memberitahu kepada para pimpinan partai bahwa dirinya akan memajukan pemilihan Ketua LDP (Liberal Democratic Party), partai yang telah membawanya ke kursi perdana menteri. Semula pemilihan ketua partai itu direncanakan September mendatang.

    LDP akan mengadakan pemilihan ketua partai pada tanggal 24 April. Kabinet baru diharapkan telah terbentuk pada tanggal 26 April, setelah presiden partai terbesar di Jepang tersebut dinyatakan sebagai PM oleh suara-suara anggota dewan. (Z. Wuragil/AFP)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.