Ahmadinejad: Amerika Serikat di Balik Serangan Bom Bunuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Iran, mahmoud Ahmadinejad. AP Photo/Eraldo Peres

    Presiden Iran, mahmoud Ahmadinejad. AP Photo/Eraldo Peres

    TEMPO Interaktif, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Ahad waktu setempat, mengatakan pasukan Amerika Serikat di Afganistan dan Irak berada di balik serangan bom bunuh diri di kota Zahidan, selatan Iran, pekan lalu.

    "Tidak ada kelompok lain kecuali Amerika Serikat," demikian laporan kantor berita Republik Islam Iran mengutip pernyataan Ahmadinejad.

    Komentar Ahmadinejad untuk pertama kali disampaikan kepada publik menanggapi peristiwa ledakan bom bunuh diri, Kamis, yang menewaskan sediktinya 27 orang dan melukai lusinan lainnya.

    Kelompok garis keras Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Hal itu disampaikan melalui situs Jundullah, dikenal pula sebagai Gerakan Perlawanan Rakyat Iran.

    Ahmadinejad melanjutkan, dia akan mengadukan persoalan ini ke lembaga internasional, lapor IRNA.

    "Dalang serangan bom bunuh diri tidak akan mendapatkan apa-apan," ujarnya. "Kebijaksan agresif seperti itu hanya akan melecut kebencian publik."

    Pernyataan Ahmadinejad ini menggema usai sejumlah pejabat di negeri tersebut prihatin atas kejadian ini peka lalu.

    "Amerika Serikat tak bisa membuat alasan apapun atas kejadian ini," kata ketua DPR Ali Larjiani, Jumat.

    Yadollah Javani, Kepala Biro Politik Korp Pengawal Revolusi mengatakan kelompopk teroris memperoleh bantuan Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Barat.

    Pekan lalu, terjadi dua ledakan di kota Zahidan. Ledakan pertama terjadi di depan Masjid Agung Zahidan dan ledakan berikutnya berlangsung beberapa menit kemudian.

    CNN | CHOIRUL  


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.