Perdana Menteri Lebanon Hariri di Syria, Jalin Kerjasama Ekonomi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saad al-Hariri. REUTERS

    Saad al-Hariri. REUTERS

    TEMPO Interaktif, Damaskus - Syria dan Lebanon sepakat menandatangani kerjasama ekonomi, Ahad waktu setempat. Dalam pertemuan kedua pemimpin negara, tidak disinggung soal masalah perbatasan.

    Kesepaktan tersebut diteken Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri dengan rekannya di ibu kota Syria. Ini merupakan kunjungan pertama sejak pembunuhan ayahnya Rafik al-Hariri pada 2005.

    Almarhum Hariri adalah anggota parlemen dan bekas perdana menteri yang tewas karena pembunuhan. Dunia intnasional menuduh Syria berada di balik pembunuhan tersebut sehingga memaksa negeri itu mengakhiri 29 kehadiran militernya di Lebanon.

    "Kami menginginkan ikatan kerjasama antara Syria dan Lebanon menjadi sebuah model untuk pasar Arab secara keseluruhan," kata Hariri dalam jumpa pers dengan Perdana Menteri Syria Naji al-Otri.

    Kesepekatan itu termasuk di antaranya proteksi investasi, produk farmasi, pelayaran, wisata, dan perpajakan.

    Hariri yang juga bertemu dengan Presiden Bashar al-Assad, mengatakan kedua negara membentuk komite yang membahas masalah perbatasan "mulai bekerja dan rampung sesegera mungkin."

    Otri mengatakan kerjasama antara Syria dan negara-negara tetangga dikembangkan di bidang keamanan. Damaskus mengisyaratkan meningkatkan perhatian pada infiltrasi oleh kelompok militan dari Lebanon setelah peledakan bom 2008 untuk mengganggu keamanan di Damaskus.

    Perdagangan antara Lebanon dan Syria turun hingga US$459 juta atau sekitar Rp 4,13 triliun pada 2009 dari sebelumnya US$495 juta atau sekitar Rp 4,45 triliun.


    REUTERS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.