CIA Bayar Ilmuwan Iran Rp 45 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shahram Amiri menggendong anaknya, saat tiba di bandara  Imam Khomeini, Teheran, Iran (15/7). AP/Vahid Salemi

    Shahram Amiri menggendong anaknya, saat tiba di bandara Imam Khomeini, Teheran, Iran (15/7). AP/Vahid Salemi

    TEMPO Interaktif, Washington - Agen rahasia Amerika Serikat CIA membayar ahli nuklir Iran 5 juta dolar atau sekitar Rp 45 miliar untuk informai tentang program nuklir Iran. Demikian The Washington Post melaporkan, mengutip keteragan pejabat Amerika Serikat.

    Shahram Amiri yang tiba di Iran, Kamis (15/7) pagi, tidak wajib mengembalikan uang namun mungkin tak bisa mengakses usai mengakhiri "kerjasama signifikan" dengan CIA dan kembali ke rumah, lanjut laporan koran tersebut.

    "Apapun yang dia terima, sekarang di luar jangkauannya berkat sanksi keuangan terhadap Iran," kata pejabat tersebut. "Dia telah pergi, namun uangnya tidak. Kami mempunyai informasi darinya dan Iran memiliki dia."

    Informasi rahasia tentang program nuklir Iran sangat berharga bagi Amerika Serikat yang ketakutan akan digunakannya senjata nuklir tersebut oleh Iran mengancam sekutu dekatnya Israel. Meskipun Iran menyakinkan dunia bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai.

    Pejabat Amerika Serikat, tak mau disebutkan namanya, menyatakan Amiri tiba-tiba meninggalkan Amerika Serikat karena pemerintah Iran mengancam keluarganya, lapor The Post. Namun demikian, CIA tidak memberikan komentar atas laporan koran tersebut.

    The Post melaporkan, permintaan Amiri pekan ini agar dipulangkan membuat pejabat Amerika Serikat kaget seraya menyebutkan bahwa dia telah bekerja sama dengan dinas rahasia CIA selama lebih kurang satu tahun.

    Iran menuduh CIA menculik Amiri setahun lalu saat dia beribadah haji di Arab Saudi. Amiri, yang bekerja untuk organisasi energi atom Iran, berada di kedutaan besar Pakistan di Washington, Senin.

    Washington menolak tuduhan tersebut dan menyebutkan Amiri hidup bebas di Amerika Serikat. Tetapi pejabat Amerika Serikat mengatakan, Rabu, Amerika Serikat sangat ingin tahu soal detail program nuklir Teheran dari Amiri yang dianggap memiliki informasi "berguna."

    Seorang pejabat mengatakan kepada The Post bahwa pembayaran kepada Amiri merefleksikan betapa bernilainya informasi tersebut.

    Kedatangan Amiri di Iran disambut haru oleh istri dan tetesan air mata putranya di bandara internasional Teheran Imam Khomeini, termasuk sejumlah keluarga dan seorang pejabat senior Menteri Luar Negeri.


    REUTERS | CHOIRUL



     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.