Manekin Bugil Bikin Ribut Warga Amerika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manekin mengenakan baju renang terbuat dari permen di jendela toko di Beatrice, Nebraska, Amerika Serikat. AP Photo / Beatrice Daily Sun, Scott Kopers

    Manekin mengenakan baju renang terbuat dari permen di jendela toko di Beatrice, Nebraska, Amerika Serikat. AP Photo / Beatrice Daily Sun, Scott Kopers

    TEMPO Interaktif, Beatrice -Warga Beatrice, tenggara Nebraska, Amerika Serikat, ramai-ramai mengeluh soal manekin perempuan nyaris bugil di sebuah toko di daerah itu. Akibatnya, perdebatan "memajang manekin bugil apakah terhitung perbuatan cabul" pun marak di kota itu.

    Perdebatan terjadi setelah  polisi menutup jendela kaca di toko Hannah's Treasures pekan lalu, lantaran sebagian warga Beatrice, tenggara Nebraska, Amerika Serikat, yang berpenduduk 12.500 orang, komplain soal manekin yang cuma "memakai" secarik celana dalam di mata kaki dan bersepatu.

    Jaksa Kota Tobias Tempelmeyer belum menerima laporan polisi terhadap kasus itu. "Kami belum sampai pada tahap menentukan apakah itu cabul atau tidak," ujar Tempelmeyer, Senin lalu.

    Sang pemilik, Kevin Kramer, menutup tokonya setelah memerintahkan pegawainya memakaikan bikini ke manekinnya.

    Kemarin pengacara pemilik toko, Dustin Garrison, belum memberikan tanggapan atas pesan pendek dari AP. Tapi dia bilang kepada Beatrice Daily Sun bahwa Kramer bisa menuntut dalam sengketa itu. "Tidak ada rumusan manekin bugil masuk norma kesusilaan," ujar Garrison kepada koran itu. "Saya pikir kita semua pernah masuk mal dan melihat manekin telanjang pada suatu saat dalam hidup kita."

    Kramer menyebutkan akan menutup toko di Beatrice itu karena bersiap pindah ke Lincoln. Adapun Tempelmeyer mengatakan ia berharap sengketa diselesaikan damai dan dia oke saja dengan manekin berbikini.


    AP | DWI ARJANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.