Amerika Serikat: Ilmuwan Iran Bebas Meninggalkan Negara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar yang di ambil dari Youtube, peneliti nuklir Iran Shahram Amiri. AP

    Gambar yang di ambil dari Youtube, peneliti nuklir Iran Shahram Amiri. AP

    TEMPO Interaktif, Amerika Serikat menegaskan ilmuwan nuklir Iran yang berada di negaranya karena sukarela dan bebas meninggalkannya.

    Departemen Luar Negeri menolak klaim Teheran yang menyatakan Shahram Amiri berlindung di kedutaan besar Pakistan telah diculik oleh agen Amerika Serikat.

    Ahli nuklir Iran ini menghilang sejak tahun lalu saat dia beribadah haji. Iran menuduh Arab Saudi menyerahkannya ke agen Amerika Serikat, namun Arab Saudi membantahnya.

    Juni lali, tiga siaran video menyiarkan gambarnya namun ketiganya berisi informasi kontradiktif, dibandingkan dengan kisah aslinya.

    Siaran pertama menyebutkan, dia berada di Amerika Serikat karena diculik agen Amerika Serikat dan Arab Saudi. Kedua, dia mengaku hidup bebas di Arizona, dan ketiga dia berhasil meloloskan diri dari para penculik. Senin petang, dia tiba di kedutaan besar Pakistan di Washington Seksi Urusan Iran di Amerika Serikat.

    Media Iran melaporkan, Amiri bekerja sebagai seorang peneliti universitas di Teheran, tetapi beberapa laporan menyebutkan dia bekerja untuk organisasi energi atom negara serta menjadi ilmuwan nuklir yang dianggap kontroversial oleh Barat. Sementara itu, informasi lain mengatakan dia berada di sebuah rumah dengan alamt 2209 Wisconsin Avenue di Washington, Amerika Serikat.

    Televisi jarangan Amerika Serikat, ABC News, melaporkan pada bulan Maret, Amiri telah membelot dan membanti agen rahasia CIA untuk sejumlah informasi bernilai tentang program nuklir Iran. NamunIran bulan ini menyatakan, Teheran punya buktibahwa Amiri ditahan Amerika Serikat.

    Juru bicara Departemen Luar Negeri PJ Crowley mengatakan, "Dia berada di Amerika Serikat atas kemauannya sendiri, dia bebas pergi kemana dia mau."

    "Buktinya, dia kemarin menjadwalkan kembali ke Iran. Namun tak bisa ke sana langsung, harus transit ke negara lain."

    Reporter BBC di Washington Kim Ghattas mengatakan, tidak ada penerbangan langsung dari Amerika Serikat ke Iran dan kedua negara tak memiliki hubungan diplomatik. Mengutip keterangan Crowley, dia menambahkan Amiri meminta bantuan pihak berwenang Amerika agar dia bisa meninggalkan Amerika Serikat.

    Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki mengatakan kepada wartawan pada acara jumpa pers, Amiri diculik saat beribadah haji di Mekah dan dibawa ke Amerika Serikat. Dia katakan, Amiri harus diizinkan kembali ke rumah "tanpa syarat."

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan, Amiri bebas pergi kemana dia mau. "Dia bebas pergi, faktanya dia menjadwalkan diri kembali ke Iran kemarin. Itu keputusan yang dia buat sendiri."

    "Sangat kontras, Iran terus menahan pemuda Amerika Serikat dan mengabaikan permintaan kami agar mereka dibebaskan, serta mengizinkan kembali ke keluarganya atas nama kemanusiaan."

    Clinton juga menyebut soal hilangnya mantan anggota FBI Robert Levinson pada 2007 di Iran.

    REUTERS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.