Israel Mengaku Salah Soal Insiden Mavi Marmara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Mavi Marmara. AP/Ariel Schalit

    Kapal Mavi Marmara. AP/Ariel Schalit

    TEMPO Interaktif, Yerusalem - Sebuah komite penyelidikan militer Israel hari ini mengakui terdapat kesalahan di tingkat pejabat senior ketika terjadi penyerbuan terhadap kapal Mavi Marmara yang berlayar menuju Jalur Gaza.

    Kesimpulan investigasi itu disampaikan ketua tim pensiunan Jenderal Giora Eiland kepada para wartawan di Tel Aviv. “Kesalahan terjadi di pelbagai keputusan yang dibuat, termasuk dalam tingkatan pejabat senior yang berkontribusi terhadap sesuatu yang tidak kita harapkan,” katanya.

    Eiland mengungkapkan insiden itu merupakan hasil dari perencanaan yang tidak matang dan kegagalan intelijen dalam mengumpulkan informasi. Selain itu, tidak ada rencana cadangan ketika kekerasan meletup di atas Mavi Marmara. Meski begitu tim investigasi membela penggunaan kekuatan sebagai satu-satunya cara menghentikan misi kemanusiaan ke Gaza.

    Tragedi Mavi Marmara ini menewaskan sembilan orang yang meliputi delapan warga Turki dan seorang warga Amerika Serikat. Pengusutan mulai dilakukan sepekan setelah insiden di akhir Mei itu.

    AHN News/Faisal Assegaf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.