Kaum Muslim New York Tuntut Libur Dua Hari Saat Idul Fitri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, New York - Para orang tua siswa muslim, mahasiswa, dan kelompok-kelompok sipil gabungan yang berkampanye meminta penambahan hari libur saat Hari Raya Idul Fitri menjadi dua hari di masukkan ke dalam kalender sekolah umum di Kota New York, Senin (12/7) terus memperjuangkan harapan mereka pada parlemen setelah permintaan tersebut dimentahkan oleh Wali Kota Michael Bloomberg.

    Mereka menilai dicantumkannya dua hari libur pada perayaan Hari Raya Idul Fitri yang menandai berakhirnya Ramadan dan satu hari libur pada Hari Raya Idul Adha dalam daftar kalender libur resmi sekolah akan membantu mengurangi kecurigaan dan sentimen anti-Islam di New York yang muncul selama satu dekade ini setelah peristiwa serangan 11 September 2001.

    Kelompok muslim ini menyebutkan terdapat lebih 100 ribu siswa muslim di sekolah umum, atau sekitar 12 persen dari total jumlah murid yang ada di New York.

    Tuntutan tersebut terus disuarakan setelah ratusan orang pendukung aksi tersebut berkumpul di luar gedung Balai Kota New York pada Rabu (30/6), yang meminta Bloomberg agar mengabulkan tuntutan tersebut.

    Bloomberg menolak proposal kelompok tersebut dengan alasan para siswa sudah tidak ada lagi waktu lebih untuk menambah hari libur dalam kalender. "Semua orang ingin diakui tetapi kenyataannya adalah kita perlu hari sekolah yang lebih banyak, tidak kurang," kata Bloomberg yang beragama Yahudi ini.

    Saat ini kaum muslim terus mencari dukungan agar tuntutan tersebut dimasukkan dalam sebuah rancangan peraturan untuk menjadikan hari-hari raya Islam sebagai hari libur resmi di sekolah-sekolah New York. Upaya tersebut yang terganjal di pemerintah, jika bisa diterima Dewan menjadi peraturan maka akan menggantikan keputusan wali kota yang hari raya Islam tetap masuk sekolah.

    Kalender sekolah umum di New York saat ini memiliki 13 hari libur, termasuk Rosh Hashanah, tahun baru kaum Yahudi, dan hari libur umat Kristen seperti Jumat Agung, selain Natal. Liburan perayaan hari besar keagamaan tersebut selama ini sudah dicantumkan dalam kalender pendidikan secara resmi. Karena itu, kaum muslim juga menuntut hak yang sama kepada pemerintah setempat.

    Selama ini saat Idul Fitri dan Idul Adha, Departemen Pendidikan Amerika Serikat hanya mengeluarkan kebijakan membolehkan siswa muslim untuk tidak masuk sekolah dengan syarat harus mengganti jadwal mata pelajaran yang tidak bisa diikutinya hari itu dengan hari yang lain.

    REUTERS l BASUKI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.