Amerika Siapkan Strategi Baru Perangi AIDS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kampanye hari Aids.[TEMPO/Subekti]

    Kampanye hari Aids.[TEMPO/Subekti]

    TEMPO Interaktif, Washington - Sebuah strategi baru Gedung Putih untuk memerangi AIDS di negara tersebut akan difokuskan pada pencegahan penyebaran virus dengan penggunaan dan pengujian obat-obatan yang lebih luas dibarengi dengan kampanye untuk mengurangi pemahaman yang keliru mengenai penyakit mematikan itu.

    Pejabat pemerintah Amerika Serikat yang merilis strategi Presiden Barack Obama mengatakan akan fokus pada pencegahan, perawatan dan mengurangi kesenjangan.

    "Rencana ini akan menjadi panduan bagi para pembuat kebijakan, mitra dalam pencegahan, dan publik dalam langkah-langkah pemerintah Amerika Serikat yang harus mengurangi HIV. Di antaranya membawa orang yang hidup dengan HIV ke tempat perawatan dan mengurangi kesenjangan kesehatan terkait HIV," kata pejabat Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, Senin (12/7).

    Disebutkan, lebih dari 1,1 juta orang di Amerika Serikat terinfeksi human immunodeficiency virus yang merupakan penyebab AIDS. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan, sebanyak 56 ribu orang terinfeksi baru dalam dekade terakhir.

    Meskipun hanya sekitar 5 persen pasien menginfeksi orang lain, namun hal ini sudah cukup untuk mempertahankan tingkat stabilitas virus tersebut di Amerika Serikat. Virus menyebar secara fatal dan tidak dapat disembuhkan. Penyebarannya melalui hubungan seks yang tidak aman, transfusi darah, air susu ibu, dan oleh jarum suntik yang terkontaminasi.

    Pemerintah Amerika Serikat memiliki sebuah program untuk memerangi AIDS secara global yang disebut PEPFAR atau rencana darurat presiden untuk bantuan AIDS. Namun hal itu dianggap bukan sebuah strategi nasional yang sama yang saling bertautan.

    "Strategi nasional untuk memerangi AIDS adalah rencana yang komprehensif yang terfokus pada mengurangi jumlah orang yang terinfeksi HIV, meningkatkan akses ke perawatan dan mengoptimalkan hasil kesehatan untuk orang-orang yang hidup dengan HIV serta mengurangi kesenjangan kesehatan yang berkaitan dengan HIV," jelas Gedung Putih.

    Para ahli tidak sepakat langkah tersebut dianggap cara yang terbaik tetapi sebuah penelitian terbaru mendukung teori bahwa mengobati pasien dengan obat-obatan HIV tidak hanya bisa membuat mereka menjadi sehat, tapi juga dapat membantu mengurangi kemungkinan menulari orang lain.


    REUTERS l BASUKI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?