Perang Suci di Somalia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok pemberontak Somalia, Al-Shabab.

    Kelompok pemberontak Somalia, Al-Shabab.

    TEMPO Interaktif, BELEDWEYN -Kelompok pemberontak Somalia, Al-Shabab, bersumpah akan melancarkan "perang suci" terhadap pasukan pemelihara perdamaian Uni Afrika yang baru, Kamis (8/7). Pasukan ini  dikirim untuk membantu pemerintah Somalia. Al-Shabab mengadakan unjuk rasa di Beledweyne dan di tiga kota lainnya.

    "Kini kita bertemu untuk bersatu dan berjuang memerangi mereka," ujar pemimpin Al-Shabab untuk wilayah Hiran, Somalia, Sheikh Yusuf Said kepada para pendukungnya. "Kita akan bersama-sama berperang hingga ajal. Sampai kita menaikkan bendera Islam di negara kita dan membentuk negara Islam yang lebih besar!"

    Sejumlah pemimpin Al-Shabab lainnya yang berkampanye tak lupa mengutuk negara-negara Afrika timur yang telah berjanji akan mengirim 2.000 orang tentara tambahan ke Somalia. Sejumlah saksi mata mengatakan kelompok militan pergi dari rumah ke rumah dan memaksa para warga menghadiri demonstrasi tersebut.

    Aksi Al-Shabab itu merupakan jawaban atas keputusan pemimpin enam negara yang membentuk blok regional yang dikenal dengan nama Badan Pembangunan Antar-Pemerintah (IGAD) di Addis Ababa pada Senin (5/7). IGAD memutuskan segera mengirim tambahan 2.000 prajurit guna mendukung Angkatan Bersenjata Somalia.

    Uni Afrika mendukung pemerintah Somalia dalam perang melawan gerilyawan garis keras itu. Adapun Menteri Luar Negeri Kenya Moses M. Wetangula mengatakan bahwa para veteran pejuang dari Irak, Afganistan, dan Pakistan menyusup ke dalam laskar-laskar bentukan milisi Al-Shabab. "Begitu informasi yang kami dapat dari intelijen," ujar Wetangula.

    Al-Shabab dan kelompok pemberontak lainnya, Hizbul Islam, memerangi pemerintah untuk merebut ibukota Mogadishu. Pemerintah hanya menguasai beberapa lokasi di ibukota dengan dukungan beberapa ribu tentara pasukan pemelihara perdamaian Uni Afrika. Amerika Serikat mencap kelompok Al-Shabab sebagai gerombolan teroris.

    | AP | ALLAFRICA | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.