Polandia Ekstradisi Anggota Mossad  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Uri Brodsky (tengah) anggota Mossad di Polandia  (7/7). AP/Czarek Sokolowski

    Uri Brodsky (tengah) anggota Mossad di Polandia (7/7). AP/Czarek Sokolowski

    TEMPO Interaktif, Warsawa -Sebuah pengadilan Polandia memutuskan bahwa tersangka angota Mossad, badan intelejen Israel, bisa diekstradisi ke Jerman.

    Uri Brodsky dicurigai membantu memalsukan paspor Jerman yang digunakan terkait dengan pembunuhan seorang anggota Hamas di Dubai.

    Brodsky, warga Israrel, ditahan di Polandia pada Juni berdasarkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Jerman.

    Mahmoud al-Mabhouh, salah seorang pendiri sayap militer Hamas, ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa di satu hotel di Dubai pada 20 Januari.

    Pihak kepolisian Dubai mengemukakan mereka 99 persen yakin bahwa para anggota badan Intelejen Israel, Mossad, terlibat, kendati Israel mengatakan tidak ada bukti.

    "Pengadilan sudah memutuskan akan menyerahkan Uri Brodsdky kepada pihak berwenang Jerman untuk menjalani proses peradilan," kata Hakim Tomasz Talkiewicz, menyusul penutupan sidang di Pengadilan Daerah Warsawa.

    "Pengadilan tidak memutuskan apakah Brodsky melakukan kejahatan yang menyebabkan dirinya diselidiki, pengadilan hanya memastikan apakah permintaan ekstradisi memenuhi persyaratan formal dan apakah tersangka diidentifikasi secara benar," tambahnya.
    Identitas yang keliru

    Brodsky, yang ditangkap oleh penjaga perbatasan di bandara Warsawa bulan lalu, memiliki waktu selama tiga hari untuk naik banding atas keputusan tersebut.

    Tetapi tim pengacaranya mengatakan belum ada keputusan yang diambil. Mereka berdalih bahwa itu merupakan satu kasus identitas yang keliru, dan ia bukanlah orang yang buron di Jerman.

    Brodsky menutup mukanya dari para wartawan saat ia berjalan ke ruang pengadilan dengan pengawalan sejumlah polisi anti-teror. Ia tidak menunjukkan reaksi apa-apa ketika keputusan itu disampaikan.

    Paspor-paspor yang dipalsukan dari Inggris, Republik Irlandia, Perancis, Australia dan Jerman dipakai dalam operasi Dubai itu, sehingga memicu sengketa diplomatik negara-negara tersebut dengan Israel.

    Inggris dan Ausralia telah mengusir para diplomat Israel terkait dengan kasus pemalsuan paspor tersebut. Kepolisian Dubai telah mengidentifikasi lebihd ari 30 tersangka dalam kasus tersebut.


    BBC | ANGIOLA HARRY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.