Thailand Perpanjang Keadaan Darurat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Thailand menembakan gas air mata ke arah kelompok anti-pemerintah. AP/Wason Waintchakorn

    Tentara Thailand menembakan gas air mata ke arah kelompok anti-pemerintah. AP/Wason Waintchakorn

    TEMPO Interaktif, BANGKOK -Pemerintah Thailand memutuskan untuk memperpanjang jam malam di ibu kota Bangkok dan 18 provinsi lainnya, Selasa (6/7). "Kami khawatir kerusuhan bakal meletus lagi," ujar Jurubicara Pemerintah Supachai Jaismut. Sebelumnya pemerintah mencabut pemberlakuan keadaan darurat di lima provinsi.

    Keputusan itu diambil setelah pemerintah menggelar sidang kabinet. Para pejabat bidang keamanan menyarankan agar keadaaan situasi darurat diteruskan. "Supaya mendukung upaya mempertahankan stabilitas keamanan dan ekonomi saat ini," kata Jurubicara Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban Kolonel Sansern Kaewkamnerd.

    Maklumlah hukum darurat yang berlaku sejak 7 April lalu itu dipandang efektif meredam gejolak selepas militer membubarkan massa pemrotes anti-pemerintah, Kaus Merah. Hukum ini melarang warga untuk berkumpul lebih dari lima orang dan memberi hak kepada aparat untuk menahan tersangka lebih dari 30 hari tanpa diadili.  

    Sejauh ini sudah lebih dari 400 orang sudah ditahan dengan dasar Undang Undang Darurat, yang memungkinkan pengalihan kendali kekuasaan kepada polisi dan militer setempat. Namun aksi penangkapan itu ditentang lembaga hak asasi manusia independen, International Crisis Group. Kelompok ini juga mendesak agar status darurat militer segera dicabut.

    "Pemerintah Thailand sebaiknya segera melepas para tahanan dan mengakhiri praktek larangan terhadap media oposisi," demikian dikatakan International Crisis Group dalam laporannya. Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva menyatakan status darurat akan dicabut secara bertahap. "Berangsur-angsur akan kami cabut," ujar Abhisit.

    BANGKOKPOST | STRAITSTIMES | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.