Kompleks USAID di Afganistan Diserang, 4 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah yang disewa USAID usai serangan bom bunuh diri Taliban di di Afganistan utara (2/7). AP

    Rumah yang disewa USAID usai serangan bom bunuh diri Taliban di di Afganistan utara (2/7). AP

    TEMPO Interaktif, Kabul - Pelaku bom bunuh diri Taliban menyerbu sebuah rumah bertingkat empat yang digunakan oleh sebuah organisasi bantuan Amerika di Afganistan utara Jumat, menewaskan empat orang sebelum meninggal dalam aksi baku tembak sengit lima jam dengan pasukan keamanan Afganistan.

    Serangan sebelum fajar itu tampaknya bagian dari serangan militer terhadap organisasi pembangunan internasional pada saat AS dan sekutunya mencoba untuk mempercepat upaya bantuan sipil untuk menyingkirkan Taliban.

    Serangan itu muncul di hari yang sama saat Jenderal David Petraeus mendarat di ibu kota Afganistan untuk mengambil alih komando pertempuran pasukan AS dan internasional dalam perang hampir 9 tahun itu.

    Petraeus tiba dari Brussel di mana ia berusaha untuk meyakinkan sekutu bahwa perang melawan Taliban berada di jalurnya meskipun korban meningkat dan ada masalah-masalah  merebut kembali kontrol atas bagian-bagian penting dari negara itu.

    Pemberontak memulai serangan berani di Kunduz sekitar pukul 03:30. Pembom mobil bunuh diri meledakkan sebuah lubang di dinding di sekitar bangunan yang digunakan oleh Development Alternatives Inc, sebuah perusahaan konsultan global yang berpusat di Washington DC, di wilayah yang dikontrak Badan Pembangunan Internasional AS, atau USAID. Perusahaan ini bekerja untuk isu-isu pemerintahan dan pengembangan masyarakat di daerah tersebut.

    Setidaknya lima penyerang lainnya, semua mengenakan rompi peledak, berlari ke dalam gedung, menurut pejabat polisi dan tentara Afganistan. Para pemberontak membunuh atau melukai penjaga keamanan lainnya sebelum tewas  dalam sebuah kontak senjata dengan pasukan keamanan Afganistan yang bergegas ke lokasi kejadian.

    "Kejadiannya pukul 3 pagi, dekat dengan waktu salat subuh, ketika seorang pembom bunuh diri dengan sebuah kendaraan 4x4 meledakkan kendaraannya," kata Jenderal Abdul Razaq Yaqoubi, kepala polisi di provinsi Kunduz.

    Asap hitam mengepul dari jendela-jendela rumah. Mayat-mayat korban ditemukan di tengah pecahan kaca, reruntuhan dan kubangan darah. Para pekerja bantuan diungsikan dari lokasi saat pasukan NATO membawa tubuh terbungkus plastik hitam dengan tandu.

    Satu warga Inggris, satu Jerman dan dua warga Afganistan tewas, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh DAI di Bethesda, Md. Mereka semua bekerja untuk subkontraktor keamanan DAI, Edinburgh Internasional, kata DAI. Beberapa orang lain, termasuk dua anggota staf DAI, termasuk di antara mereka yang terluka.

    AP | EZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.