Israel Minta Bantuan Rusia Mengamankan Pembebasan Shalit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Jim Hollander

    AP Photo/Jim Hollander

    TEMPO Interaktif, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta Rusia mengamankan pembebasan prajuritnya yang ditawan Hamas,  Gilad Shalit, dengan menggunakan hubungannya dengan Hamas.

    Seperti dilaporkan Ha'aretz dan Jerusalem Post hari ini, Rabu (30/9), permintaan itu disampaikan Netanyahu saat bertemu Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Selasa kemarin di Jerusalem.

    Lavrov, yang sedang melakukan perjalanan ke Timur Tengah sejak 28 – 30 Juni, mengatakan negaranya siap merawat hubungan dengan Hamas sejak mayoritas warga Palestina menyuarakan pemilihan umum yang bebas dan demokratis.

    Selain bertemu Netanyahu, dalam kunjungannya ke Israel Lavrov juga bertemu Presiden Shimon Peres, Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman, Menteri Pertahanan Ehud Barak dan pemimpin oposisi parlemen Tzipi Livni.

    Selanjutnya Lavrov dijadwalkan bertemu pemimpin otoritas nasional Palestina Mahmoud Abbas di Ramallah, Tepi Barat dan kemudian mengakhiri kunjungannya ke Mesir.   

    Adapun Shalit merupakan prajurit Israel yang ditahan pejuang Hamas sejak Juni 2006, ketika menggelar patroli di dekat Jalur Gaza.

    Hamas bersedia membebaskan Shalit asalkan Israel juga membebaskan 1000 pejuangnya yang ditahan di penjara-penjara Israel. Tapi pada awal 2010, perundingan pembebasan Shalit berhenti.


    RIA NOVOSTI | SUNARIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.