FBI Tahan 10 Mata-Mata Rusia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sketsa mata-mata Rusia yang ditangkap FBI. AP/Elizabeth Williams

    Sketsa mata-mata Rusia yang ditangkap FBI. AP/Elizabeth Williams

    TEMPO Interaktif, Washington – FBI menahan 10 orang yang dituduh sebagai mata-mata Rusia di Amerika Serikat. Seperti dilaporkan hari ini, Selasa (29/6), Departemen  Kehakiman Amerika mengatakan mereka telah berada di Amerika selama bertahun-tahun dan menggunakan identitas palsu.

    Masih kata Departemen Kehakiman, keberadaan mereka untuk mengusut data rahasia menyangkut kebijakan Amerika Serikat dan data rahasia yang dibuat oleh pemikir dan petugas pemerintah Amerika.

    Mereka ditangkap Ahad lalu setelah FBI menggelar investigasi sejak pemerintahan Bill Clinton dan mengumpulkan data melalui pengawasan video, mikropon tersembunyi serta penggeledahan tempat tinggal mereka disepanjang perairan timur Amerika.

    Mereka dipastikan mata-mata setelah Sabtu lalu FBI menemukan seorang dari mereka meninggalkan amplop berisi uang 5000 dolar yang diselipkan di dalam surat kabar, di sebuah tempat parkir di Arlington County.

    Tiga dari 10 tersangka tinggal di Arlington, dan beberapa lainnya tinggal di New York, Washington dan Boston. Seorang dari mereka berprofesi sebagai reporter dan editor di sebuah surat kabar berbahasa Spanyol terkemuka di New York. FBI mengatakan memiliki bukti rekaman bahwa reporter perempuan itu menghubungi seorang petugas Rusia di Amerika Latin pada 2000.

    Dokumen pengadilan juga menyebutkan adanya pertemuan antara tersangka dan agen rahasia satu blok dari Gedung Putih dan di tengah kota Manhattan. Pada satu titik, juga terlihat pertukaran tas untuk pembayaran.

    Menurut penyidik, tindakan mata-mata itu merupakan program illegal. Tujuannya menempatkan mata-mata di pekerjaan non pemerintah, seperti pemikir Amerika.

    WASHINGTON POST | AP | SUNARIAH
     


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.