Ahmadinejad: Iran Akan Memulai Perundingan Agustus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Iran Ahmadinejad. REUTERS

    Presiden Iran Ahmadinejad. REUTERS

    TEMPO Interaktif, Teheran – Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan negaranya ingin memulai kembali pembicaraan nuklir, tapi tidak sampai Agustus mendatang.

    Pernyataan ini disampaikan Ahmadinejad saat berpidato di upacara peringatan ledakan 1981 yang menewaskan tokoh utama dan lusinan pendukung revolusi Iran, Senin (28/6). Dalam pidato tersebut, Ahmadinejad mengungkapkan alasan bahwa keputusan itu dibuat untuk menghukum negara-negara barat.

    Menurut Ahmadinejad, Iran membatalkan pembicaraan nuklir karena tindakan negara barat yang mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan resolusi untuk melawan Iran. Tindakan itu, lanjut Ahmadinejad, dipertimbangkan sebagai tindakan tak bedrmoral dan karena itulah Teheran membatalkan perundingan sampai akhir Agustus. “Agar negara-negara barat belajar bagaimana berbicara yang sepantasnya dengan negara lain,” tandasnya.

    Ahmadinejad juga menyinggung sebuah konfrensi pers yang diselenggarakan Amerika Serikat bersama Israel dan Inggris yang menyebut Iran sebagai musuh besar.

    Ahmadinejad, yang terpilih kembali sebagai presiden Iran Juni tahun lalu, berharap Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengubah hubungan dasar antara Iran dan Amerika. Pada kesempatan itu, Ahmadinejad juga mengungkapkan bahwa negaranya masih mempertimbangan Rusia dan Cina sebagai negara yang bersahabat.

    VOA | SUNARIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.