Turki Tutup Wilayah Udara Terhadap Pesawat Israel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan. REUTERS/Murad Sezer

    Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan. REUTERS/Murad Sezer

    TEMPO Interaktif, Turki menutup wilayah udaranya terhadap pesawat terbang Israel, menyusul tewasnya sembilan aktivis kemanusiaan akibat serbuan serdadu Israel, demikian dikatakan Perdana Menteri Turki, di Toronto, Senin.

    Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada para wartawan di Toronto, wilayah udaranya ditutup sebagai reaksi atas serbuan militer Israel, 31 Mei, terhadap kapal bantuan kemanusiaan Turki ke Gaza. Perdana Menteri berada di Kanada untuk menghadiri pertemuan G20 terdiri dari negara-negara industri dan negara berkembang.

    Akibat serbuan tersebut, sembilan aktivis tewas, delapan orang warga Turki seorang lagi warga Amerika Serikat. Kejadian ini menyebabkan hubungan kedua negara tegang. Pejabat Israel berdalih, mereka mempertahankan diri karena diserang oleh para aktivis.

    Menteri Transportasi Israel Katz, Senin, mengatakan bahwa pesawat-pesawat Israel tetap melanjutkan penerbangan antar kedua negara seperti biasanya.

    Koran Israel Yediot Ahronot dalam edisi Senin melaporkan, Turki tidak mengizinkan sebuah pesawat yang membawa para pejabat militer Israel tujuan Polandia untuk mengunjungi situs bersejarah di Auschwitz terbang di atas langit Turki. Di dalam pesawat tersebut terdapat 100 pejabat militer Israel, jelas koran tersebut.

    Militer Israel "menahan diri untuk tidak memberikan respon demi menjaga hubungan kedua negara" tambah harian itu. Kantor Perdana Menteri tidak bersedia memberikan komentar atas pernyataan Erdogan.

    REUTERS | AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.